Jalan Soekarno-Hatta KM 2 Ditutup, Proyek Sodetan Loa Janan Capai 70 Persen

Denny Saputra • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 16:54 WIB
GERAK CEPAT: Pelaksanaan pembangunan sodentan Jalan Soekarno Hatta Kecamatan Loa Janan Ilir terus mengebut proyek tersebut agar lalulintas jalan segera kembali normal, Jumat (9/10)
GERAK CEPAT: Pelaksanaan pembangunan sodentan Jalan Soekarno Hatta Kecamatan Loa Janan Ilir terus mengebut proyek tersebut agar lalulintas jalan segera kembali normal, Jumat (9/10)

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menutup sementara Jalan Soekarno-Hatta KM 2, Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir. Penutupan dilakukan untuk mendukung pembangunan sodetan yang menghubungkan Sungai Loa Lah dengan Sungai Loa Janan. Proyek senilai Rp 4,7 miliar tersebut kini telah mencapai progres 70 persen dan ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Samarinda Darmadi mengatakan, pembangunan sodetan dibagi menjadi tiga segmen utama. Pekerjaan meliputi pembangunan saluran drainase, crossing drainase berupa box culvert, serta saluran pelimpah. Menurutnya, saluran drainase utama yang telah terbangun memiliki panjang 99 meter, dengan lebar 5,5 meter dan tinggi 2,55 meter.

“Sekarang progresnya sudah 70 persen. Kami targetkan akhir tahun ini pekerjaan bisa tuntas,” ujarnya, Jumat (9/10).

Dia menjelaskan, penutupan jalan diperlukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi, terutama pada bagian yang bersinggungan langsung dengan badan jalan. Penutupan diperkirakan berlangsung sekitar 10 hari, tetapi dapat diperpanjang hingga paling lama tiga minggu, bergantung pada kondisi di lapangan. "Semakin cepat selesai pekerjaan di badan jalan, maka akses akan kami buka kembali," jelasnya.

Dia mengingatkan, pengendara kendaraan roda empat atau lebih yang hendak melintas di kawasan tersebut diimbau menggunakan jalur alternatif. Di antaranya Jalan HAM Rifaddin, Jalan Moeis Hasan, dan Jalan Ciptomangunkusumo. Sementara itu, pengendara roda dua disiapkan akses sementara di tepi saluran agar tetap dapat melintas.

“Kami berharap masyarakat bisa mendukung pekerjaan ini dan menyesuaikan perjalanan selama penutupan berlangsung,” sebutnya.

Darmadi menambahkan, proyek sodetan tersebut juga dilengkapi pintu air untuk mengendalikan limpasan. Fasilitas ini disiapkan menindaklanjuti permintaan warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Loa Janan agar aliran air yang melimpas dapat dikendalikan.

"Dengan pembangunan sodetan ini, diharapkan aliran air lebih terarah sehingga dapat membantu mengurangi risiko genangan maupun limpasan di kawasan sekitar," pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
proyek sodetan sungai Sungai Loa Lah dan Sungai Loa Janan darmadi DPUPR Samarinda pemkot samarinda