Antisipasi Banjir, Pemkot Samarinda Kebut Normalisasi Drainase

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:00 WIB
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. (HAFIZ/KP)
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. (HAFIZ/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Menghadapi musim hujan yang diprediksi tiba pada akhir Oktober 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggencarkan normalisasi drainase dan pengerukan sedimentasi di sejumlah titik rawan genangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar dan meminimalkan risiko banjir.

Baca Juga: Erau Adat Pelas Benua Kutim Resmi Dibuka, Angkat Warisan Budaya Kutai

Asisten II Sekretariat Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, pembenahan drainase tetap berjalan meski terjadi pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD).

Tim Hantu Banyu dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga terus dikerahkan untuk membersihkan endapan di saluran air.

"Setelah kemarau, biasanya hujan datang. Kalau tidak diantisipasi, bisa menimbulkan persoalan. Perbaikan drainase tetap berjalan meski ada pemangkasan TKD," ujar Marnabas.

Baca Juga: ICTROPS 2026 Garapan Fakultas Teknik Unmul, Dorong Integrasi Rekayasa Sumber Daya  

Marnabas menyebut, penanganan drainase harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Sejumlah jalur yang menjadi perhatian antara lain Jalan Kehewanan, Kebaktian, Merdeka, Lambung Mangkurat, Gerilya hingga kawasan Damanhuri.

Di Damanhuri, posisi jalan yang lebih tinggi dibandingkan rumah warga menjadi salah satu persoalan yang memengaruhi aliran air. Pemkot masih membahas solusi teknis, termasuk rencana mencari lahan untuk pembangunan polder di Damanhuri.

Baca Juga: Dikuti 13 Kampung, Festival Hudoq Pekayang 2026 di Mahakam Ulu Bakal Sedot 3.000 Pengunjung  

Selain itu, Pemkot juga memprioritaskan pembersihan sedimentasi di Polder Air Hitam. Pembersihan dilakukan saat kemarau agar daya tampung polder tetap optimal ketika hujan turun.

"Polder itu fungsinya menampung air. Jangan sampai saat kemarau justru penuh dengan sedimentasi. Ketika hujan datang, daya tampungnya bisa berkurang," pungkasnya.(*)

Editor : Sukri Sikki
banjir drainase kemarau pemkot samarinda Marnabas Patiroy