Bara Batu Bara Masih Berasap, BPBD Samarinda Gunakan Booster Chemical Foam

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:23 WIB
BPBD Samarinda menggunakan Booster Chemical Foam untuk memadamkan bara batu bara di Pelita 8, Kecamatan Sambutan. (RAMA SIHOTANG/KP)
BPBD Samarinda menggunakan Booster Chemical Foam untuk memadamkan bara batu bara di Pelita 8, Kecamatan Sambutan. (RAMA SIHOTANG/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengganggu sejumlah wilayah di Samarinda. Di Pelita 8, Kecamatan Sambutan, penanganan kebakaran menghadapi kendala bara batu bara di bawah permukaan tanah yang masih mengeluarkan asap meski api pada kayu dan rumput telah padam.

Kepala Pelaksana BPBD Samarinda Suwarso mengatakan, pemadaman dilakukan melalui satgas darat yang melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), serta relawan.

Baca Juga: Hujan Belum Hilangkan Kabut Asap Balikpapan, Ini Penyebabnya

Untuk mengatasi bara batu bara, petugas menggunakan bahan kimia Booster Chemical Foam dengan metode injeksi. "Sekitar tiga sampai empat hari ini sudah kita laksanakan pemadaman dengan menggunakan bahan kimia yang namanya Booster Chemical Foam. Itu untuk memadamkan batu baranya agar tidak berasap lagi," ujar Suwarso, Selasa (13/10).

Menurut dia, metode tersebut mulai mengurangi asap dari bara batu bara. Asapnya cenderung pekat dan bertahan di permukaan bawah sehingga mengganggu lalu lintas di Jalan Sultan Sulaiman, Kecamatan Sambutan.

Suwarso menyebut, berdasarkan informasi BMKG, kabut asap juga terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Balikpapan, seiring kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di berbagai daerah.

Untuk melindungi masyarakat, khususnya kelompok rentan, Disdikbud Samarinda telah mengarahkan sekolah di wilayah dengan kualitas udara tidak sehat agar menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara parsial.

Baca Juga: Asa Baru Petani Jembayan Tengah, Jalan Tani Tembus Lumbung Pangan Penopang IKN

Masyarakat umum juga diminta menggunakan masker karena kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan sedikit meningkat.

Selain itu, warga diimbau tidak membakar lahan. Jika terjadi kebakaran kecil, masyarakat diminta segera memadamkannya sebelum meluas. Apabila api membesar, warga harus segera melapor agar petugas dapat melakukan penanganan.

Sementara itu, Suwarso mengimbau petani memanfaatkan sumber air, termasuk kolam bekas tambang atau void, untuk persiapan tanam selama kemarau. Upaya tersebut diharapkan turut menjaga keberlangsungan pertanian dan membantu pengendalian inflasi.

"Imbauan yang paling penting, masyarakat ikut peduli dengan tidak membakar. Kalau terjadi kebakaran skala kecil, segera dipadamkan sebelum tim BPBD, Disdamkarmat, dan relawan datang. Namun, kalau api sudah besar, segera laporkan supaya kita bersama-sama membantu melakukan pemadaman,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
kabut asap Suwarso bpbd samarinda karhutla batu bara