Keunikan Revitalisasi SMPN 2 Samarinda, Dapat Bantuan 2 Kali Pasca-kebakaran

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:41 WIB
PENINGKATAN: Kepala BPMP Kaltim Jarwoko dan Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri bersama dinas terkait meninjau fasilitas hasil revitalisasi di SMP 2 Samarinda, Jumat (16/10).
PENINGKATAN: Kepala BPMP Kaltim Jarwoko dan Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri bersama dinas terkait meninjau fasilitas hasil revitalisasi di SMP 2 Samarinda, Jumat (16/10).

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - SMP Negeri 2 Samarinda kembali menerima kucuran program revitalisasi dari pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2026. Bantuan tahap kedua disalurkan secara khusus sebagai langkah tanggap darurat pascamusibah kebakaran yang melanda sekolah di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Samarinda Kota, pada 1 April lalu.

Kondisi tersebut menjadikan SMP 2 Samarinda sebagai salah satu sekolah yang memperoleh intervensi sarana selama dua tahun berturut-turut. Peninjauan langsung fasilitas belajar dilakukan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur, Jarwoko, bersama Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, dalam agenda Gelar Griya, Jumat (16/10).

Baca Juga: Suka Makan Kol Goreng dengan Sambal? Kenikmatan Renyah yang Memicu Risiko Hipertensi

"Revitalisasi yang dilakukan di SMP 2 Samarinda termasuk unik, karena dua tahun berturut-turut. Memang yang kedua itu karena kebakaran dan kita segera merespons. Kalau kebakaran masuk kategori bencana. Jadi, yang bencana itu harus diprioritaskan," tegas Jarwoko.

Renovasi sarana fisik tidak boleh berhenti sebatas proyek pembenahan bangunan semata. Pemerintah menargetkan terciptanya lingkungan ruang kelas yang nyaman demi menunjang efektivitas belajar peserta didik.

"Yang paling penting itu menyediakan suatu layanan supaya anak-anak merasa nyaman. Kenyamanan itu yang paling penting karena akan menjadi perantara bagi anak-anak belajar lebih bermakna," ujarnya memaparkan.

Baca Juga: Potensi "Di-Nepalkan", Analis Politik Ingatkan Risiko Gejolak Sosial Jika Wapres Gibran Tak Mundur

Guna menjaga akuntabilitas anggaran, skema penyaluran bantuan dirancang berbasis kebutuhan riil pihak sekolah. Satuan pendidikan dapat memilih langsung menu rehabilitasi fisik, mulai dari perbaikan ruang kelas, toilet, penambahan ruang belajar, hingga pengadaan mebel yang wajib lolos verifikasi faktual.

"Sekolah nanti mengajukan. Itu ada berbagai macam menu, tinggal memilih saja. Setelah memilih, baru dilakukan verifikasi untuk memastikan jangan sampai kita membantu kepada mereka yang tidak membutuhkan," kata Jarwoko menambahkan.

Selain perbaikan gedung fisik, pembaruan fasilitas belajar juga menyasar perangkat teknologi berupa papan interaktif digital (PID). SMPN 2 Samarinda yang telah menerima satu unit PID pada 2025 kini dijadwalkan memperoleh tambahan lima unit baru yang sedang dikirim dari Jakarta. Di sisi lain, sekolah yang dinilai mandiri secara fasilitas tetap diberi ruang menolak bantuan agar alokasi dapat dialihkan ke sekolah lain yang lebih mendesak.

Baca Juga: KPK Ungkap Bupati Klaten Terima Suap Rp1,9 Miliar demi Lunasi Utang Pilkada

Menanggapi dukungan pusat tersebut, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyoroti pentingnya keakuratan basis data sekolah rusak di tingkat daerah. Pemkot Samarinda akan mengintensifkan koordinasi teknis bersama Disdikbud Samarinda dan BPMP Kaltim guna mempercepat pemetaan usulan perbaikan.

"Kita harap nanti koordinasi dengan Disdikbud Samarinda dan BPMP bisa bekerja sama. Kita sampaikan masukan-masukan apa yang kita harapkan untuk Kota Samarinda, mana yang akan direvitalisasi," kata Saefuddin.

Editor : Dwi Restu A
smp 2 samarinda Berita Samarinda kebakaran sekolah revitalisasi sekolah pendidikan Kaltim