Setelah Berbulan-bulan Daring, Siswa SMPN 2 Samarinda Kembali ke Kelas

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:49 WIB
BERTAHAP: Bangunan SMPN 2 Samarinda hasil revitalisasi mulai digunakan untuk pembelajaran tatap muka sejak 5 Oktober 2026.
BERTAHAP: Bangunan SMPN 2 Samarinda hasil revitalisasi mulai digunakan untuk pembelajaran tatap muka sejak 5 Oktober 2026.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Siswa SMP Negeri 2 Samarinda akhirnya kembali menjalani pembelajaran tatap muka sejak 5 Oktober 2026 usai berbulan-bulan belajar daring. Kendati demikian, kegiatan belajar mengajar belum sepenuhnya normal lantaran delapan ruang kelas yang hangus terbakar pada April 2026 lalu masih dalam tahap pengerjaan.

Kepala SMPN 2 Samarinda Misradianto menuturkan, penanganan delapan ruang kelas eks kebakaran tersebut ditanggung Pemerintah Kota Samarinda melalui alokasi APBD. Pihak sekolah kini menanti penyelesaian proyek itu yang ditargetkan rampung akhir Oktober 2026.

Baca Juga: Keunikan Revitalisasi SMPN 2 Samarinda, Dapat Bantuan 2 Kali Pasca-kebakaran

"Yang delapan lokal pascakebakaran kita masih menunggu, mudah-mudahan di akhir bulan Oktober ini sudah selesai. Harapannya, seluruh siswa bisa belajar offline, tidak lagi online," kata Misradianto, Jumat (16/10).

Selain perbaikan dari APBD kota, sekolah tersebut menerima suntikan dana revitalisasi dari pemerintah pusat melalui APBN secara bertahap pada 2025 dan 2026. Proyek tahap pertama pada 2025 menelan anggaran senilai Rp 830 juta yang tuntas pada Desember 2025.

Baca Juga: Suka Makan Kol Goreng dengan Sambal? Kenikmatan Renyah yang Memicu Risiko Hipertensi

Ruang hasil revitalisasi pertama sempat digunakan untuk aktivitas belajar pada Januari hingga Maret 2026. Namun, musibah kebakaran hebat pada 1 April 2026 melumpuhkan delapan ruang belajar di sekolah tersebut.

Pemerintah pusat kemudian kembali mengucurkan bantuan revitalisasi APBN tahun anggaran 2026 senilai Rp 2,5 miliar. Anggaran ini dialokasikan untuk membenahi 19 ruang kelas dan satu unit toilet dengan empat bilik.

"Kalau revitalisasi yang pertama itu dengan anggaran Rp 830 juta, yang kedua ini dengan anggaran Rp 2,5 miliar," ujar Misradianto.

Baca Juga: Potensi "Di-Nepalkan", Analis Politik Ingatkan Risiko Gejolak Sosial Jika Wapres Gibran Tak Mundur

Pengerjaan fisik revitalisasi APBN 2026 tersebut telah tuntas per 5 September 2026 dan mulai dipakai pada 5 Oktober 2026. Pihak sekolah kini tinggal menunggu penuntasan perbaikan delapan ruang kelas eks kebakaran oleh Pemkot Samarinda agar seluruh kegiatan belajar luring dapat berjalan optimal. (*)

Editor : Dwi Restu A
smp 2 samarinda pendidikan Samarinda tatap muka KBM Samarinda daring