Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Orkes Musik Cilik, Cerita Anak Oleh May Wagiman

Redaksi KP • Minggu, 25 Mei 2025 | 08:16 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

KALTIMPOST.ID - Kelompok pemain musik cilik hutan telah bersiap di tempatnya masing-masing. Hari ini adalah hari latihan terakhir untuk acara perayaan ulang tahun Raja Singa. Pemain-pemain cilik orkes musik itu datang dari seluruh habitat alam di Nusantara.

Empat bersaudara burung jalak; Joko, Juni, Jeni, dan Jamal memainkan saksofon. Bobbi dan Benny, dua badak bercula satu memainkan alat musik selo besar. Gilang si gajah telah bersiap dengan terompetnya.
Dua bersaudara orang utan; Oskar dan Olivia bersiap dengan gitar klasik mereka, dan tiga kerbau Anoa; Ana, Almira, dan Ayu memainkan biola.
Baca Juga: Membungkam Anarki, Cerita Pendek Karya Ahmad Amroe

Mereka semua datang dari pulau Bali, Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
Kali ini dirigen berasal dari pulau Papua. Ibu Cendrawasih berdiri anggun siap memberi aba-aba. Namun ibu melihat ada yang tidak hadir.

“Sudah tiga kali Melia si merak terlambat.” Ibu Cendrawasih mengeluh.

Mereka akhirnya memutuskan berlatih tanpa merak cilik itu. Semua pemain musik berlatih dengan sungguh-sungguh.
Melia datang berlari membawa klarinet-nya. “Maaf, Bu. Saya bangun kesiangan.”
Baca Juga: Gani dan Semut; Cerita Anak Karya May Wagiman

“Lekas bergabung,” seru Ibu Cendrawasih.

Pada saat jam istirahat si merak cilik menghampiri Ibu Cendrawasih. “Saya minta maaf sekali lagi, Bu.” Ia terdengar sangat menyesal.

Ibu Cendrawasih tersenyum. “Ibu mengerti kalau kadang kita bangun terlambat. Tapi, jangan sampai berulang kali, ya. Lihat teman-temanmu, mereka berusaha disiplin. Ibu percaya kamu juga bisa.”

“Saya mengerti, Bu.” Kepala Melia tertunduk.

Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Pemain orkestra cilik datang satu per satu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Semuanya tidak menduga Melia sudah datang. Teman-temannya merasa senang.

“Wah, tepat waktu hari ini,” seru mereka.

“Maaf, ya, teman-teman. Aku akan berusaha lebih baik. Mulai sekarang akan lebih disiplin supaya bisa mengatur waktu dengan baik, seperti yang diajarkan Ibu Cendrawasih.”
Semua teman-temannya bersorak setuju. (*)

Editor : Duito Susanto
#Cerita Anak