KALTIMPOST.ID, Kalimantan Timur adalah provinsi yang kaya akan sejarah dan budaya, dari Kerajaan Kutai yang merupakan kerajaan tertua di Nusantara, hingga kota modern seperti Samarinda dan Balikpapan.
Di tengah era digital, banyak generasi muda yang kurang mengenal akar sejarah daerahnya sendiri.
Padahal, mengetahui sejarah lokal itu penting banget! Selain menumbuhkan rasa bangga, sejarah juga menjadi kunci untuk memahami bagaimana masyarakat beradaptasi, bertahan, dan berkembang.
Dengan begitu, kita bisa tahu nilai-nilai yang diwariskan leluhur dan kenapa sebuah tradisi masih dilestarikan sampai sekarang.
Samarinda dan Balikpapan bukan hanya terkenal karena kemajuan ekonominya. Kedua kota ini juga memiliki warisan budaya dan kisah perjuangan yang patut kita kenal.
Mulai dari kehidupan masyarakat pesisir yang unik, perjuangan melawan penjajahan, hingga tradisi perahu tambangan yang menjadi simbol identitas.
Baca Juga: Jalan Pramuka, Sebuah Ironi yang Menyakitkan, Cerita Pendek Karya Bella Sapitri
Nah, supaya kamu tidak bingung mau mulai dari mana, berikut adalah rekomendasi buku sejarah lokal Kalimantan Timur yang seru dan wajib dibaca.
- Historipedia Kalimantan Timur: Dari Kudungga, Samarinda hingga Ibu Kota Nusantara
Penulis: Muhammad Sarip & Nanda Puspita Sheilla
Buku ini menyajikan sejarah Kaltim secara lengkap dan ringkas, mulai dari masa Kerajaan Kutai sebagai kerajaan tertua di Nusantara, hingga perjalanan panjang menuju pembangunan Ibu Kota Nusantara.
- Sungai Mahakam dalam Arus Sejarah dan Budaya Samarinda
Penulis: Muhammad Sarip
Mengupas peran penting Sungai Mahakam yang menjadi pusat peradaban, perdagangan, dan jalur komunikasi.
Buku ini menelusuri enam kampung awal yang menjadi cikal bakal Samarinda serta bagaimana sungai membentuk budaya dan struktur sosial masyarakat setempat.
- Samarinda dan Pasir dalam Catatan Sejarah dan Budaya
Penulis: Juniar Purba, Dana Listiana, M. Natsir
Menawarkan gambaran utuh tentang sejarah dan budaya di Samarinda dan wilayah Pasir, saat masa kolonial.
Buku ini menyoroti bagaimana dua wilayah ini berkembang dengan kekhasan budayanya masing-masing.
- Sejarah Perlawanan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Kalimantan Timur
Penulis: Finandar, Fidy, M. Nur, Hasjim, Hanan, Sjahrial
Buku ini mengisahkan perjuangan heroik melawan penjajahan di wilayah Kerajaan Paser, Kutai, dan Berau.
Pembaca diajak mengenal kisah perlawanan masyarakat lokal yang berani melawan imperialisme dan kolonialisme, yang seringkali kurang terekspos dalam sejarah nasional.
- Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Kalimantan Timur
Penulis: Syahbandi, Sanusi, Haji Djunaid, Dahlan, Achmad, Hasjim
Buku ini menggambarkan kondisi sosial, politik, dan budaya Kalimantan Timur pada abad ke-19 serta bagaimana dinamika tersebut menjadi latar belakang kebangkitan nasional di daerah ini.
Buku ini juga memaparkan peristiwa saat masa penjajahan Belanda, Perang Dunia, hingga masuk penjajahan Jepang.
- Tambangan: Riwayat Perahu Khas Samarinda
Penulis: Muhammad Sarip et. al
Deskripsi: Buku dokumentasi tentang perahu tradisional tambangan yang menjadi simbol budaya dan identitas masyarakat Samarinda.
Yang semenjak pembangunan jembatan, perahu itu mulai jarang terlihat dan digunakan.
- Kisah-kisah Samarinda Tempo Dulu
Penulis: Syafruddin Pernyata
Kumpulan cerita nostalgia yang mengajak pembaca merasakan suasana Samarinda masa lalu, cocok untuk yang ingin mengenal sejarah kota lewat kisah ringan dan personal. Penulisnya merupakan saksi perkembangan Ibu Kota Kaltim dari masa ke masa.
- Lelaki Kampong Aer
Penulis: Syafruddin Pernyata
Mengisahkan perjalanan hidup Syamsul, seorang anak kampung di tepi Sungai Mahakam, pada latar waktu setengah abad silam.
Berdasarkan kisah nyata, novel ini menyoroti realitas masyarakat pinggiran yang sering terpinggirkan oleh perubahan zaman dan pembangunan.
Lewat narasi yang hangat dan manusiawi, pembaca diajak menyelami perjuangan Syamsul dalam menghadapi stigma sosial, ketimpangan, cinta, dan tantangan pendidikan, di tengah.
Membaca sejarah lokal bukan cuma belajar masa lalu, tapi juga memperkuat rasa cinta dan identitas daerah. Kamu udah pernah baca yang mana? ***
Editor : Dwi Puspitarini