KALTIMPOST.ID, Baru-baru ini dunia kecantikan dikejutkan dengan hadirnya influencer TikTok, Dokter Detektif, yang dengan beraninya ungkap bahaya skincare yang viral melalui uji lab independen.
Banyak brand baru skincare yang viral atau yang sering promo besar-besaran dan di-endorse oleh seleb.
Dalam kontennya, Dokter Detektif—seorang dokter kecantikan berpengalaman 15 tahun—mengungkap bahwa banyak produk skincare yang melakukan overclaim, atau klaim yang berlebihan tanpa didukung oleh formulasi yang sesuai.
Dalam video TikTok terbarunya tanggal 17 September 2024, ia menjelaskan dengan perumpamaan sederhana: skincare overclaim layaknya membeli telur 10 butir, namun hanya diberikan 1 butir.
Baca Juga: Jelajahi IKN Nusantara dengan Bus Sinar Jaya: Jadwal, Rute, dan Fasilitas Lengkap
Banyak produk yang mengeklaim mengandung bahan aktif dalam jumlah tertentu, namun kenyataannya tidak sesuai, sehingga konsumen membayar lebih tanpa mendapatkan manfaat yang dijanjikan.
Salah satu contoh yang diungkap oleh Dokter Detektif adalah produk yang mengandung niacinamide, bahan aktif pencerah kulit.
Untuk bekerja efektif, niacinamide harus digunakan dalam dosis tertentu: minimal 2 persen untuk wajah, dan lebih dari 5 persen untuk body care.
Namun, banyak produk di pasaran yang ternyata tidak memenuhi standar ini, meski sudah terdaftar di BPOM.
Baca Juga: Retinol Viral di Kalangan Gen Z: Tren Baru Skincare Wajah
Fenomena overclaim ini bisa merugikan konsumen karena mereka membeli produk yang tidak ada efeknya dan tidak memberikan hasil maksimal.
Dokter Detektif mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan selektif dalam memilih skincare, serta tidak hanya berfokus pada registrasi BPOM, tetapi juga meneliti kebenaran klaim produk.
Dengan modal pengetahuan dan uji lab, Dokter Detektif berharap langkah ini dapat mengedukasi masyarakat, menghindarkan mereka dari kerugian material, dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kualitas produk skincare. (*)
Editor : Dwi Puspitarini