KALTIMPOST.ID, Kasus lama yang menjerat selebritas Lucinta Luna pada 2020 kembali mencuat setelah ia membuat pengakuan mengejutkan di sebuah podcast.
Dalam wawancara bersama Deddy Corbuzier pada Selasa (10/12/2024), Lucinta Luna mengeklaim dirinya dijebak oleh oknum yang bekerja sama dengan seseorang yang ia sebut sebagai Syahrul, yang juga diduga seorang penista agama.
Menurut Lucinta Luna, kasus yang menyeret namanya ke jeruji besi bukan sepenuhnya karena kesalahannya.
Ia menuding ada pihak-pihak yang sengaja menjebaknya. “Yang menjebak aku adalah oknum. Itu pemeran utamanya, Syahrul penista agama. Gak mengakui wanita tapi dia ke tanah suci,” ujarnya lantang dalam podcast tersebut.
Lucinta bahkan menyebut nama Isa Zega atau yang sering dipanggil dengan nama lain, sebagai sosok yang terlibat dalam insiden tersebut.
Lucinta Luna menjelaskan bahwa dirinya mengonsumsi obat-obatan saat itu berdasarkan resep dokter untuk mengatasi depresi.
Ia menyebut almarhum dokter Dadang di Tebet sebagai pihak yang memberikan resep tersebut.
Baca Juga: Polres PPU Raih Penghargaan Kepatuhan Pelayanan Publik 2024 dari Ombudsman
“Ada resepnya saat itu aku mau disembuhkan sama almarhum kalau gak salah di Tebet, Pak Dadang,” jelasnya.
Namun, hal aneh terjadi ketika ia menyerahkan resep itu kepada seorang oknum. Ketika ia meminta kembali resep tersebut, tiba-tiba saja resep itu hilang.
“Aku udah ngasih ke oknum itu. Pas tiba-tiba aku minta lagi resepnya, udah gak ada,” sambungnya.
Baca Juga: Ini Upah Minimum Sektoral Provinsi Kaltim yang Berlaku 2025, Gaji Sektor Migas Rp 3,7 Juta Per Bulan
Hal yang paling mengejutkan adalah saat penggeledahan di kediaman Lucinta Luna. Polisi menemukan obat terlarang jenis Inex atau ekstasi di tong sampah. Namun, Lucinta Luna membantah kepemilikan obat tersebut dan menuding adanya rekayasa.
“Ketemu Inex dan itu bukan milik saya, ditaruh ke tong sampah oleh oknum. Aku hanya bisa bilang oknum,” katanya tegas.
Lucinta merasa tidak adil atas apa yang terjadi padanya dan mengaku bahwa semua ini adalah bagian dari jebakan yang dirancang untuk menjatuhkan namanya. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel
Editor : Dwi Puspitarini