KALTIMPOST.ID, Artis Lucinta Luna akhirnya bersuara atas kasus yang menimpanya pada 2020 silam. Ia pernah terlibat kasus obat-obatan terlarang yang membuat dirinya masuk penjara selama satu tahun.
Lucinta Luna menyebut, dirinya dijebak Isa Zega, mantan manajemen yang menaunginya dahulu. Isa Zega alias Syahrul kini jadi perbincangan publik atas dugaan penistaan agama.
“Yang menjebak aku adalah oknum. Itu pemeran utamanya. Syahrul penista agama. Gak mengakui wanita tapi pergi ke Tanah Suci,” ujar Lucinta Luna, Selasa (10/12).
Selain Isa Zega, ujar Lucinta, ada oknum-oknum yang mendapatkan bayaran demi menjebloskan dirinya di penjara.
“Buat para oknum yang tergiur dengan bayaran sang penista agama, makanlah uang haram itu,” ucapnya.
Lucinta Luna mengaku informasi itu ia dapat dari salah satu rekannya, Gebby Vesta, bahwa dalang di balik penangkapannya atas kasus yang menjeratnya adalah Isa Zega.
“Allahu Akbar Allah Maha Besar. Gebby Vesta kenapa kamu gak dari dulu bilang dan kasih bukti ke aku siapa yang menghancurkan hidupku,” tuturnya.
Selebgram transgender itu menyebut, karena kasus yang menjeratnya, hidupnya hancur. Dia juga mesti kehilangan pekerjaan dan harus rutin ke psikiater untuk memulihkan kejiwaannya.
“Kenapa Anda sejahat itu untuk menghancurkan hidup saya, pekerjaan saya, memutuskan rezeki saya. Sampai saya keluar penjara pun saya musti rutin berobat ke psikiater dengan surat sertifikat di bawah naungan dokter ahli,” bebernya.
Atas hal tersebut, Lucinta kini berniat untuk melaporkan Isa Zega ke pihak berwajib.
“Buat Kak Deva atau Zega real saya sudah memaafkan kamu. Terima kasih banyak ya, tapi maaf hukum tetap berjalan,” ucapnya.
Sementara itu, Gebby Vesta mengemukakan alasan utama Isa Zega melakukan itu karena dendam. Isa Zega tak terima Lucinta Luna keluar dari manajemennya.
“Dia gak terima. Karena waktu dia pegan LL kan duit yang masuk banyak tuh, dari endorse lah, apa lah, masuk uang banyak,” ucap Gebby.
Bahkan dirinya yang dahulu bergabung dengan manajemen Isa Zega kerap diminta untuk menyerang Lucinta Luna di media sosial dengan menggunakan konten.
Editor : Hernawati