KALTIMPOST.ID, Perseteruan antara dua pengacara Tanah Air, yakni Hotman Paris Hutapea dan Razman Nasution, makin memanas.
Pada Kamis (6/2) Pengadilan Negeri Jakarta Utara menggelar sidang dugaan pencemaran nama baik, di mana Hotman Paris Hutapea hadir menyampaikan kesaksiannya pada majelis hakim.
Namun, Razman Nasution selaku terdakwa bertindak tidak kooperatif. Ia tiba-tiba masuk ke ruang sidang dan mendatangi Hotman Paris yang tengah duduk di kursi saksi. Ditambah lagi tim pengacaranya sempat naik ke meja persidangan. Alhasil, karena ricuh, agenda persidangan harus dihentikan.
Usut punya usut, menurut Arif Rahman selaku tim pengacara Razman, pihaknya memprotes keputusan majelis hakim yang menggelar sidang secara tertutup.
“Tadi hakim menetapkan sidang pemeriksaan saksi korban Hotman Paris dinyatakan tertutup untuk umum. Padahal pihaknya sudah meminta agar sidang selanjutnya dilakukan secara terbuka,” kata dia.
Rahman mengatakan kliennya marah hingga persidangan berakhir ricuh karena keputusan majelis hakim.
“Yang buat ricuh tadi, kami kan mengajukan keberatan tapi hakim tidak mempertimbangkan keberatan itu. Malah menekankan saya yang berkuasa di sini, saya yang menetapkan, kalian ikut aturan,” ucapnya.
Sementara itu, Hotman Paris yang diintimidasi, tetap bersikap tenang dan tidak terprovokasi atas tindakan Razman. Ia bangkit dari kursinya ketika mendapatkan arahan untuk meninggalkan ruang persidangan.
Hotman menyebut tidak takut dengan seterunya tersebut.
“Ngapain orang seperti Razman ditakuti? Dia kan cuma perantau di ibu kota, pengacara biasa yang tidak punya koneksi. Jadi apa yang mau ditakuti?” ucap Hotman.
Hotman menilai seorang pengacara yang baik adalah mereka yang tetap tenang menghadapi masalah, mampu menganalisa, dan tahu kapan harus bertindak.
“Justru sikap tenang saya tadi itulah yang menampar reputasi Razman. Dia tidak sedikitpun membuat saya gentar. Razman is nothing! Enggak ada apa-apanya,” tuturnya.
Editor : Hernawati