Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pentas di IKN, Komunitas Seniman Nyanyian Dharma Suarakan Perdamaian dan Keagungan Nusantara

Ari Arief • Minggu, 9 Februari 2025 | 11:43 WIB
PARA PENDUKUNG: Seniman pendukung Nyanyian Dharma yang bakal tampil di IKN.
PARA PENDUKUNG: Seniman pendukung Nyanyian Dharma yang bakal tampil di IKN.

KALTIMPOST.ID, Nyanyian Dharma adalah sebuah proyek album rohani yang diproduseri oleh I Gde Dewa Budjana atau yang akrab dengan nama Dewa Budjana pada 1998.

Dewa Budjana adalah gitaris dan pencipta lagu yang namanya sudah kondang di kancah permusikan Tanah Air dengan grup musik GIGI.

Album ini berisi lagu-lagu rohani yang dinyanyikan dengan menggunakan bahasa Sanskerta. Pada Rabu, 12 Februari 2025, Komunitas Seniman Nyanyian Dharma akan menggelar pentas spesial di Amphi Theater Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim.

Acara yang dijadwalkan dimulai pukul 18.00 Wita, dan terbuka untuk umum itu digelar untuk melanjutkan misi menyuarakan perdamaian dan keagungan Nusantara.

Sejumlah musisi yang akan terlibat, adalah Dewa Budjana, Trie Utami, Agung Ocha, Gde Kurniawan, Gus Wicak, Doodi S, Rico Mantrawan, Denny Surya, Bang Saatsyah, Yuan Prawida, Oppie Andaresta, Art Cultural Performances.

“Kami sudah lama banget ingin ke Kalimantan. Dan salah satu seniman kami Bang Saatsyah memang dari sana juga,” kata Bagus Mantra, koordinator Komunitas Seniman Nyanyian Dharma saat membuka percakapan dengan Kaltim Post, Minggu (9/2).

Penampilan bertajuk Nyanyian Dharma Doa Pertiwi Nusantara Harmoni 2025 itu, kata pria Bali ini, juga berkolaborasi dengan seni dan budaya yang merupakan kearifan lokal.

Yaitu, dengan etnik Paser, Dayak Kenyah, dan Dayak Benuaq. Kegiatan ini diawali oleh Welcoming Audience yang diisi video playback.

Dilanjutkan dengan traditional nusantara performing art, Besoyong (ritual budaya sastra mantra Suku Paser), tarian Kancet Lasan (Suku Dayak Kenyah), tarian Sentiyu (Suku Dayak Benuaq).

Selanjutnya ditampilkan Sunset Legacy Music oleh Yuan Prawida, dan diisi pula dengan Nusantara Cultural Talk yang berisi berbagi berbagai perkembangan budaya dan pembangunan IKN bersama kepala Otorita IKN, perwakilan Nyanyian Dharma, perwakilan Bali melalui MC Energi Keharmonisan Nusantara, Bridging & Load oleh Trie Utami.

“Warga masyarakat yang ingin mengunjungi kegiatan ini dipersyaratkan mengisi platform yang telah disediakan,” kata Bagus Mantra.

Warga yang telah mengisi nanti dipandu dan dibawa kendaraan bus yang telah disediakan.

Sementara itu, Kadek Bardon, koordinator yang sama dengan Bagus Mantra, menambahkan, pagelaran ini diselenggarakan sebagai bentuk dedikasi sebagai seniman terhadap berbagai pusaka luhur serta karya besar Nusantara, yang telah mereka lakukan sejak 2010 di berbagai situs dan karya besar Nusantara.

“Kehadiran serta dukungan bapak dan ibu sangat kami harapkan sebagai bentuk partisipasi penyemangat spirit keharmonisan dalam keanekaragaman dan kebersamaan,” kata Kadek Bardon.

Daftar lagu yang bakal ditampilkan pada kegiatan Nyanyian Dharma Nusantara adalah Lotus, Om Swastiastu, Selalu di Jalannya, Kuasanya, Saraswati, Nyepi, Doa Pertiwi, Kidung Nusantara, Karma, Gangga Giri The 5th In Kolabs, Raya Indonesia (Oppie Andaresta), Satu Jalan, Mantramku, Di Bawah Tiang Bendera, Tat Twam Asi, dan dilanjutkan dengan acara penutupan.

Editor : Hernawati
#IKN #Nyanyian dharma