Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Gambar AI Ghibli Lagi Tren, Tapi Benarkah Ini Ancaman Bagi Seni Asli?

Dwi Puspitarini • Minggu, 30 Maret 2025 | 18:43 WIB
Studio Ghibli.
Studio Ghibli.

KALTIMPOST.ID, Tren gambar AI bergaya Studio Ghibli tengah mendominasi media sosial.

Berbagai ilustrasi bernuansa khas Hayao Miyazaki kini banyak beredar, bahkan digunakan oleh figur publik dan institusi besar.

Namun, di balik popularitasnya, tren ini justru kembali membangkitkan kritik keras dari sang maestro Ghibli sendiri.

Hayao Miyazaki, yang dikenal sebagai sutradara di balik karya legendaris seperti Spirited Away dan My Neighbor Totoro, sudah lama menentang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam seni animasi.

Baginya, AI bukanlah inovasi yang memperkaya seni, melainkan ancaman yang menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan.

Pernyataan keras Miyazaki kembali menjadi sorotan setelah video dokumenter Never-Ending Man: Hayao Miyazaki (2016) viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, Miyazaki bereaksi terhadap demo animasi AI yang diperlihatkan kepadanya oleh sekelompok pengembang teknologi.

Saat ditunjukkan animasi AI berbentuk zombie dengan gerakan aneh, salah satu pengembang menyebut bahwa AI bisa menciptakan gerakan yang tak mungkin dilakukan manusia. Namun, respons Miyazaki justru mengejutkan.

“Setiap pagi, saya melihat teman saya yang memiliki disabilitas. Baginya, hanya untuk melakukan tos saja sangat sulit. Lengannya kaku, dan ia berusaha dengan sekuat tenaga. Melihat ini, saya tidak bisa menganggap animasi ini menarik,” kata Miyazaki, dikutip dari The Independent, Sabtu (29/3/2025).

Tak berhenti di situ, ia melontarkan kritik tajam terhadap teknologi AI dalam seni.

“Siapa pun yang menciptakan ini tak tahu apa itu rasa sakit. Saya sangat muak,” tegasnya.

Miyazaki bahkan menyebut bahwa kecerdasan buatan dalam seni adalah bentuk penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri.

Baginya, seni adalah ekspresi manusia yang tak bisa digantikan oleh algoritma.

Di tengah kontroversi ini, tren gambar AI bergaya Ghibli semakin menggila.

Bahkan, Gedung Putih ikut mengunggah gambar AI pada 28 Maret 2025, menampilkan seorang perempuan asal Republik Dominika menangis setelah ditangkap oleh ICE (Immigration and Customs Enforcement).

Gambar tersebut mendapat lebih dari 45 juta tayangan di X (sebelumnya Twitter) dan langsung menuai kritik.

Banyak warganet menilai penggunaan AI dalam kasus ini sebagai tindakan yang “kejam” dan “mengerikan.”

Mereka berpendapat bahwa seni seharusnya menggambarkan realitas dengan nilai kemanusiaan, bukan sekadar hasil generasi mesin.

AI mengubah foto biasa menjadi ilustrasi bergaya Studio Ghibli, memicu tren viral sekaligus perdebatan tentang orisinalitas seni.
AI mengubah foto biasa menjadi ilustrasi bergaya Studio Ghibli, memicu tren viral sekaligus perdebatan tentang orisinalitas seni.

Di sisi lain, CEO OpenAI, Sam Altman, juga turut meramaikan tren ini dengan mengganti foto profilnya menjadi ilustrasi AI bergaya Ghibli.

Ilustrasi AI bergaya Ghibli oleh CEO OpenAI, Sam Altman.
Ilustrasi AI bergaya Ghibli oleh CEO OpenAI, Sam Altman.

Tindakan ini semakin memicu perdebatan, terutama di kalangan seniman yang khawatir bahwa AI mencuri elemen visual khas seniman manusia tanpa izin.

Bukan kali ini saja AI menimbulkan kontroversi di dunia seni. Pada Oktober 2024, sebuah trailer buatan AI untuk Princess Mononoke (1997) sempat viral.

Trailer tersebut menggunakan suara asli dari film, tetapi mengganti animasi tangan khas Ghibli dengan CGI yang menyerupai live-action. Hal ini memicu perdebatan besar di kalangan penggemar dan sineas.

Miyazaki sendiri sudah sejak lama menolak penggunaan AI dalam film-filmnya.

Dalam video yang kini kembali viral, ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah menggunakan teknologi ini dalam karyanya.

“Jika kalian ingin membuat hal-hal menyeramkan, silakan saja. Saya tak akan pernah ingin memasukkan teknologi ini ke dalam karya saya,” ujar Miyazaki, dikutip dari The Times of India, Sabtu (29/3/2025). ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Sam Altman #gambar ai #ghibli #tren AI Ghibli #Hayao Miyazaki #AI Ghibli #studio ghibli #seni vs AI