Lautan manusia berkumpul di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat siang (11/4/2025), yang merupakan tempat peristirahatan terakhir sang maestro.
Bukan sekadar untuk menyaksikan sebuah prosesi pemakaman, tetapi untuk mengantarkan kepergian seorang sosok yang begitu dicintai lintas zaman tersebut.
Sekitar pukul 13.30 WIB, ambulan yang membawa jenazah Titiek Puspa tiba di lokasi peristirahatan terakhirnya.
Suasana sekitar pemakaman penuh sesak, bahkan kemacetan sempat terjadi di jalan sekitar TPU Tanah Kusir.
Warga berdiri di pagar, sebagian menengadah ke langit, berharap bisa melihat sekilas sang idola untuk yang terakhir kali.
“Pengen lihat karena dari tadi sudah ramai,” ujar Shinta, seorang warga yang tinggal di dekat lokasi pemakaman.
Di tengah lautan pelayat, hadir pula nama-nama besar dari dunia seni dan budaya seperti Slamet Rahardjo, Inul Daratista, Vina Panduwinata, dan Agum Gumelar.
Mereka datang bukan karena undangan, tetapi karena ikatan emosional yang mendalam dengan sosok Titiek Puspa.
Untuk diketahui, Titiek Puspa meninggal dunia pada Kamis, 10 April 2025, pukul 16.30 WIB, di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.
Dua minggu sebelumnya, ia mengalami pecah pembuluh darah saat tengah melakukan syuting di studio televisi. Meski sempat menjalani operasi dan perawatan intensif, kondisi kesehatannya terus menurun.
Perjuangannya yang sunyi di rumah sakit tak banyak diketahui publik. Seperti biasa, Titiek memilih tampil kuat, bahkan hingga detik-detik terakhir hidupnya.
Bagi banyak orang, Titiek Puspa bukan hanya penyanyi atau pencipta lagu. Ia adalah simbol perjuangan perempuan dalam industri hiburan yang dahulu sangat maskulin.
Dengan nama asli Sudarwati, ia membuka jalan bagi generasi seniman perempuan setelahnya, baik lewat musik, panggung operet, maupun layar lebar.
Karya-karya Titiek Puspa seperti "Ketupat Lebaran", "Kartini Manusiawi", dan "Bawang Merah Bawang Putih" adalah bentuk konkret dedikasinya untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan lewat seni.
Di pusara itu, bukan hanya tubuh Titiek Puspa yang dikebumikan, tapi juga jejak panjang perjalanan seorang legenda yang begitu dekat di hati rakyatnya.
Bacaan tahlil, tangis haru, dan senyum penuh kenangan dari para pelayat menjadi saksi bahwa cinta untuknya tidak ikut terkubur, tapi akan terus hidup di benak bangsa.
Kepergiannya tentu meninggalkan duka mendalam untuk dua anak Titiek Puspa, Petty Tunjungsari dan Ella Puspasari. Dua putri tercinta dari pernikahannya dengan Zainal Ardi, suami Titiek Puspa yang merupakan seorang penyiar RRI. Selamat jalan Titiek Puspa. (*)
Editor : Almasrifah