Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Setelah Menyeriusi Agama Islam dan Salat, Titiek Puspa Wakafkan Tanah dan Rumahnya di Temanggung untuk Jadi Masjid

Thomas Dwi Priyandoko • Senin, 14 April 2025 | 11:10 WIB
Masjid Titiek Puspa di Temanggung, Jawa Barat. Sebelumnya tanahnya merupakan wakaf dari Titiek Puspa.
Masjid Titiek Puspa di Temanggung, Jawa Barat. Sebelumnya tanahnya merupakan wakaf dari Titiek Puspa.

KALTIMPOST.ID-Selama 87 tahun perjalanan hidupnya, Titiek Puspa menyimpan segudang cerita yang inspiratif.

Kiprahnya di dunia musik, ditambah pengalaman spiritual yang mendalam, menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja yang mengenalnya.

Titiek Puspa menghembuskan napas terakhir pada Kamis, 10 April 2025. Kepergiannya meninggalkan warisan nilai dan kebaikan yang bisa dijadikan teladan.

Selama hidupnya, perempuan yang bermula Sudarwati kemudian Sumarti itu banyak mendapat pertanyaan tentang agama Titiek Puspa.

Dalam sebuah video dari artikel terbitan 15 September 2012 yang diunggah akun TikTok @prochannelandim, Titiek Puspa mengaku baru pada tahun 1989, di usia 52 tahun, ia mulai mempelajari Islam dengan serius, termasuk belajar menjalankan salat.

“Mulai sembahyang sejak tahun 1989.” ujar Titiek Puspa.

Namun setelah meninggal pun, banyak yang mempertanyaan agama Titiek Puspa di media sosial.

Dalam unggahan video Titiek Puspa di akun TikTok @obrolanpodcast, beberapa warganet menanyakan agama pemilik lagu Kupu-Kupu Malam tersebut.

Akun SenandungDoa kemudian menjelaskan bahwa Bunda Titiek Puspa beragama Islam. Bahkan rumah peninggalan ayah beliau di Temanggung, Jawa Tengah diwakafkan untuk pembuatan masjid.

“Namanya masjid Birul Walidain tapi di Temanggung lebih terkenal Masjid Titiek Puspa,” tulisnya.

Dari penelusuran Kaltim Post, Masjid Birul Walidain yang memiliki arti Mengasihi Orang Tua tersebut diketahui berdiri di Jalan Pahlawan, Lingkungan Gemoh, Kelurahan Butuh.

Masjid ini bukan sekadar tempat salat bagi warga, melainkan simbol warisan batin dari sosok legenda musik Indonesia tersebut.

Masjid ini diresmikan pada 4 November 2000 oleh Bupati Temanggung kala itu, Sardjono, sebagai persembahan dari keluarga besar Poespowidjojo, termasuk ayah dan ibu Titiek, yang dimakamkan di kota ini.

Warga sekitar menyebut masjid itu selalu aktif digunakan. Meski tidak memiliki tampilan mencolok seperti masjid pada umumnya, mustaka dan ornamen Islami terlihat jelas jika diperhatikan dari dekat.

"Masjid ini punya sejarah panjang. Dulu rumah masa kecil Titiek Puspa. Sekarang masih ramai salat jamaah," ujar Nugroho, warga sekitar seperti dikutip dari Radar Magelang.

Titiek Puspa saat diterima Bupati Temanggung periode 2013-2018 Bambang Sukarno.
Titiek Puspa saat diterima Bupati Temanggung periode 2013-2018 Bambang Sukarno.

Titiek Puspa diketahui tumbuh dan besar Temanggung, Jawa Tengah. Saat berusia lima tahun, keluarganya mengungsi dari Ambarawa karena gejolak penjajahan Jepang di Indonesia.

Mereka memilih Temanggung sebagai tempat berlindung, hingga akhirnya tinggal di Desa Greges, lalu Desa Kranggan, dan kemudian pindah ke rumah yang kini menjadi masjid itu.

Temanggung juga menjadi saksi perjuangan hidup kecil seorang Sudarwati, nama lahir Titiek Puspa. Ia harus menyeberang Sungai Progo untuk sekolah, menembus kabut pagi dengan obor di tangan, dan tak jarang tiba di kelas dengan pakaian basah penuh lumpur.

 Meski lahir di Kalimantan Selatan, Temanggung adalah rumah sejati baginya. Ia sering kembali ke kota ini, terutama untuk berziarah ke makam orangtuanya.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia tak sempat lagi berkunjung sebelum tutup usia pada 10 April 2025.(*)

.

 

Editor : Thomas Priyandoko
#titiek puspa #Perjalanan Spiritual Titiek Puspa #Masjid Titiek Puspa #temanggung #jawa tengah