Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Angelina Jolie Unggah Laporan Gaza yang Disebut “Kuburan Massal”

Dwi Puspitarini • Senin, 21 April 2025 | 15:02 WIB

 

Angelina Jolie.
Angelina Jolie.

KALTIMPOST.ID, Angelina Jolie kembali membuktikan bahwa kepeduliannya tak hanya terlihat di layar lebar.

Kali ini, ia menyuarakan jeritan rakyat Gaza melalui unggahan Instagram Story pada Sabtu (19/4/2025).

Tapi bukan sekadar simpati, yang Jolie bagikan adalah suara keras dari garis depan kemanusiaan.

Aktris dan aktivis kemanusiaan itu membagikan unggahan laporan menyedihkan tentang Gaza dari organisasi medis internasional Doctors Without Borders (Médecins Sans Frontières/MSF) di Instagram Story-nya.

Dalam unggahan tersebut, MSF menggambarkan Gaza bukan lagi sebagai zona perang, melainkan “kuburan massal bagi warga Palestina dan mereka yang mencoba membantu mereka.”

 Baca Juga: Sertifikat Halal Tak Jamin Kehalalan? Ini 9 Produk Camilan Anak-Anak yang Ternyata Mengandung Babi

Ungkapan itu menjadi sorotan dunia, terutama ketika disampaikan melalui suara seorang aktris besar seperti Jolie.

“Ketika pasukan Israel melanjutkan dan memperluas serangan militer melalui udara, darat, dan laut di Jalur Gaza, mereka secara paksa menggusur penduduk dan dengan sengaja menghalangi masuknya bantuan penting. Kehidupan warga Palestina sekali lagi dihancurkan secara sistematis,” bunyi kutipan dari laporan MSF yang dibagikan Jolie.

Lebih dari dua dekade, Jolie telah menjadi duta dan utusan khusus UNHCR, badan pengungsi PBB.

Pengalamannya di zona konflik dan kamp-kamp pengungsian menjadikan suaranya sangat berpengaruh ketika menyentuh isu kemanusiaan seperti di Gaza.

MSF dalam laporannya juga menyoroti bahwa serangan Israel telah memperburuk krisis kemanusiaan dan membuat para tenaga medis serta pekerja kemanusiaan dalam kondisi sangat berbahaya.

 Baca Juga: Profil Danny Rukmana, Cucu Soeharto yang Tak Mau Hidup dari Nama Besar Keluarga

“Serangan mematikan ini tidak hanya membunuh warga sipil, tetapi juga menghancurkan sistem bantuan kemanusiaan. Bahkan para dokter dan relawan tak lagi aman,” tulis organisasi itu.

Jolie menyuarakan harapan agar gencatan senjata segera diberlakukan kembali, menyusul banyaknya korban jiwa yang terus bertambah.

Sejak serangan besar-besaran dimulai pada Oktober 2023, tercatat lebih dari 51.000 warga Palestina tewas, mayoritas perempuan dan anak-anak.

Situasi ini juga menjadi sorotan hukum internasional. Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

 Baca Juga: Heboh Air Misterius Muncul di Pekalongan, Warga Bawa Ember & Botol Bekas, Ternyata Pipa Bocor!

Tak hanya itu, Israel kini tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) akibat agresi militernya di Gaza.

Namun, di tengah hiruk-pikuk diplomasi, suara dari tokoh publik seperti Jolie menjadi peluit keras yang mengingatkan dunia untuk tidak berpaling.

Dalam diamnya banyak tokoh, Jolie memilih berbicara. Dalam hiruknya berita politik, ia mengangkat suara rakyat sipil yang terhimpit di reruntuhan.

Dan dalam unggahan singkat di Instagram, ia berhasil mengingatkan dunia bahwa ini bukan sekadar konflik, tapi soal kemanusiaan yang direnggut paksa.

 Baca Juga: Kalender Mei 2025 Berdasarkan SKB 3 Menteri: Daftar Libur, Cuti Bersama dan Long Weekend

“Tidak ada alasan yang bisa membenarkan penghancuran hidup anak-anak dan perempuan seperti ini. Dunia tak boleh terus diam,” demikian pesan yang diyakini mewakili hati Jolie dan jutaan orang lainnya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#palestina #kuburan massal #angelina jolie #Israel #gaza