KALTIMPOST.ID, Artis dangdut senior kenamaan Yunita Ababiel meninggal dunia. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (13/7) pukul 01.00 WIB di kediamannya yang berlokasi di Kawasan Depok, Jawa Barat.
Yunita Ababiel diketahui mengidap penyakit kanker payudara. Selama masa sakitnya, Yunita Ababiel sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Depok, termasuk menjalani terapi dan operasi untuk kesembuhan penyakitnya.
Kendati demikian, penyebab pasti berpulangnya Yunita Ababiel masih belum diungkapkan.
Profil Yunita Ababiel
Yunita Ababiel yang memiliki nama asli Yuyun Nabiela lahir pada 17 Januari 1965 di Bandung.
Ia merupakan anak keempat dari sembilan bersaudara. Ia menikah dengan Alik Ababiel, mantan gitaris dan pendiri band hard heavy metal 70-an, Mountain Boys.
Dari pernikahan yang digelar pada 11 Januari 1980, keduanya dikaruniai enam anak.
Keluarganya menjadi salah satu pilar kuat dalam mendukung karier musiknya.
Walau kesibukannya di dunia musik cukup padat, Yunita Ababiel tetap menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga dengan penuh tanggung jawab.
Perjalanan Karier
Karier music Yunita Ababiel dimulai pada 1979 lewat debut Maafkan Sayang dengan nama panggung Sriwahyuni.
Kemudian ia berganti nama menjadi Jujun N dan fokus sebagai penyanyi pop. Bersama maestro music A Riyanto, Pompy, dan Rinto Harahap, Yunita Ababiel menelurkan 12 album pop selama dekade 1980-an.
Transformasi besar terjadi pada pertengahan 1990-an, di mana Yunita Ababiel merambah dunia dangdut.
Nama panggung Yunita Ababiel resmi ia gunakan sejak ia merilis album Pertengkaran pada 1997. Album ini menjadi titik balik karier Yunita Ababiel sebagai penyanyi.
Ia mencapai puncak popularitas saat merilis album kedua berjudul Trauma pada 1999. Lagu ini sukses besar dan menjadi hits serta melejitkan namanya di panggung music Indonesia.
Setelah memasuki fase baru dalam kehidupan pribadi dan spiritual, Yunita Ababiel memutuskan untuk mengenakan hijab dan memperluas cakrawala musiknya ke jalur religi dan qasidah.
Beberapa karya terakhirnya seperti Gundah, Maha Cinta, Shalawat Allahul Kahfi, hingga Sang Matahari menunjukkan konsistensinya dalam menyuarakan pesan-pesan spiritual lewat musik.
Penghargaan
Yunita Ababiel pernah dinominasikan sebagai Artis Solo Wanita Dangdut Terbaik di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2015 lewat lagu Dua Pilihan.
Pada 2021 ia juga menerima apresiasi bersama sang suami dari Liga Dangdut Indonesia atas kontribusinya dalam memajukan musik dangdut Indonesia.
Pengaruh di Dunia Musik
Kepergian Yunita Ababiel ke pangkuan Ilahi menyisakan duka mendalam bagi para penggemar dan pelaku industri music.
Lagu-lagu seperti Trauma, Pertengkaran, dan Terguncang, tetap abadi dan terus dinyanyikan hingga kini.
Sosoknya dikenal tidak hanya sebagai penyanyi berbakat, tetapi juga pribadi yang konsisten, profesional, dan selalu berkembang mengikuti zaman.