KALTIMPOST.ID, Di tengah viralnya video yang menampilkan klaim politikus yang juga musisi Sigit Purnomo Said atau yang lebih dikenal sebagai Pasha Ungu disebut mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPR RI karena menolak makan “uang haram”, sebuah pertanyaan lain muncul yakni, mengapa harus Pasha?
Mengapa bukan politikus lain? Jawabannya mungkin terletak pada perjalanan kariernya yang penuh liku dan kontras, dari panggung musik ke jalur parlemen.
Hal inilah yang membuat Pasha jadi sosok ideal untuk dijadikan narasi dramatis di tengah kekecewaan publik.
Simak lima fase penting dalam karier Pasha Ungu yang bisa menjelaskan mengapa publik begitu mudah percaya dengan isu mundurnya dari DPR RI.
- Jadi Musisi yang Diidolakan Generasi 2000-an
Bagi jutaan orang Indonesia, nama Pasha pertama kali melekat sebagai vokalis band Ungu dengan rambut gondrong dan suara khasnya.
Awal tahun 2000-an, ia jadi idola. Citranya adalah seorang seniman, figur panggung yang jauh dari dunia politik yang kaku dan korup.
Ingatan tentang Pasha “anak band” inilah yang membuatnya sebagai “orang luar” yang berbeda.
- Terjun ke Politik Jadi Wakil Wali Kota Palu
Di 2016 Pasha membuat kejutan besar. Ia terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai wakil wali kota Palu, Sulawesi Tengah.
Walau banyak yang meragukannya, Pasha menuntaskan masa jabatannya hingga selesai.
- Mulai Naik Kelas Jadi Anggota DPR RI
Inilah titik di mana Pasha secara resmi menjadi bagian dari institusi yang paling tidak dipercaya oleh publik.
Pasha terpilih sebagai anggota DPR RI di Senayan dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di periode 2024-2029. Posisinya jadi sasaran empuk kritik oleh publik.
- Politikus yang Cukup Pragmatis
Fakta di lapangan menunjukkan Pasha bukanlah sosok pemberontak yang vokal mengkritik lembaganya
Ia justru lebih dikenal sebagai politikus yang pragmatis, mengikuti arus politik, dan menjadi bagian dari sistem.
Inilah yang membuat klaim dalam video viral—bahwa Pasha keluar karena kecewa—tidak sesuai dengan realitas.
- Hoaksnya Mudah Viral
Terdapat dua alasan mengapa isu cepat menyebar. Pertama, Pasha merupakan sosok yang familiar, sehingga beritanya mudah mencuri perhatian.
Lalu, yang kedua, publik masih menyimpan citra Pasha sebagai “anak band” yang dianggap outsider di dunia politik. Posisinya di DPR membuat klaim "mundur karena muak" menjadi sangat relevan dan menusuk.
Editor : Hernawati