KALTIMPOST.ID, Kabar meninggalnya selebgram Lula Lahfah di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan, Jumat (23/1), memicu perhatian publik. Salah satu hal yang ramai dibicarakan warganet adalah riwayat penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) yang sempat diungkap Lula semasa hidup.
Sebelum meninggal dunia, Lula Lahfah diketahui pernah menyampaikan kondisi kesehatannya melalui media sosial. Dalam salah satu unggahan, ia menyebut tengah menjalani perawatan akibat sejumlah penyakit yang dideritanya secara bersamaan. “Borongan, ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, GERD,” tulis Lula dalam kolom komentar media sosialnya.
Riwayat GERD yang diungkap tersebut kemudian menjadi sorotan publik. Tak sedikit warganet mempertanyakan seberapa serius penyakit asam lambung kronis tersebut dan apakah GERD bisa berdampak fatal bila tidak ditangani dengan baik.
Baca Juga: Liburan Bulan Depan Bersama Lula Lahfah Gagal Terwujud, Keanu : Lul Lu Lupa Ya?
Secara medis, GERD merupakan gangguan pada sistem pencernaan akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini terjadi karena melemahnya katup sfingter esofagus bagian bawah sehingga tidak dapat menutup dengan sempurna. Akibatnya, asam lambung mudah naik dan memicu berbagai keluhan.
Gejala GERD umumnya berupa sensasi panas atau terbakar di dada (heartburn), nyeri ulu hati, rasa asam di mulut, hingga nyeri dada. Meski kerap disamakan dengan mag, GERD memiliki perbedaan mendasar. Mag berkaitan dengan peradangan pada dinding lambung, sedangkan GERD berhubungan dengan naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Dokter menjelaskan, GERD pada dasarnya tidak menyebabkan kematian secara langsung. Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan, penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Beberapa di antaranya adalah luka kronis pada kerongkongan, penyempitan esofagus, hingga meningkatnya risiko kanker kerongkongan.
Baca Juga: Lula Lahfah Sakit Apa? Ini 4 Penyakit yang Pernah Diakuinya Sebelum Meninggal
Selain pengobatan, penderita GERD juga disarankan melakukan perubahan gaya hidup. Mengatur pola makan, menghindari makanan pemicu asam lambung, tidak makan larut malam, serta mengelola stres menjadi bagian penting dalam mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab meninggalnya Lula Lahfah. Aparat menegaskan belum ada kesimpulan resmi mengenai faktor medis yang menyebabkan kematian. Masyarakat diimbau tidak mengaitkan kabar duka tersebut dengan spekulasi tertentu dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
Editor : Ilmidza