Dituding Tak Peka Masalah Sosial, Maudy Ayunda Akui Menjauh dari Berita Adalah Hak Istimewa

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 10:30 WIB
Maudy Ayunda disorot usai video soal kesehatan mental dan ‘diet berita’ viral.
Maudy Ayunda disorot usai video soal kesehatan mental dan ‘diet berita’ viral.
 

KALTIMPOST.ID - Aktris sekaligus figur publik Maudy Ayunda akhirnya buka suara setelah konten videonya mengenai cara mengelola kesehatan mental di tengah banjir berita buruk menuai perdebatan hangat di media sosial.

Konten bertajuk Mindfulness in the Age of Bad News yang diunggah di kanal YouTube pribadinya sempat mengundang kritik tajam warganet. Maudy dinilai kurang peka terhadap realitas pahit yang dihadapi masyarakat luas.

Menanggapi riuhnya respons publik, Maudy klarifikasi melalui kolom komentar yang kemudian disematkan pada video tersebut. Ia mengakui ada hal mendasar yang luput dibahas secara utuh dalam paparannya.

"Being able to step away from the news is itself a privilege. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya," ungkap Maudy Ayunda.

Ia pun melayangkan permohonan maaf karena belum cukup merefleksikan sudut pandang tersebut saat membagikan pengalaman pribadinya.

Baca Juga: Aturan Ganjil Genap BBM Subsidi Mulai Berlaku , Cek Syarat Pelat dan Sisa Bensin

 Maudy menyadari, apa yang dianggap sebagai sekadar berita buruk bagi sebagian orang merupakan kenyataan hidup yang harus dihadapi langsung oleh sebagian lainnya.

"Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya," imbuh lulusan Universitas Stanford tersebut.

Sebelumnya, Maudy bercerita bahwa paparan kabar buruk tanpa henti sempat membuatnya merasa kewalahan secara emosional. Sebagai langkah proteksi diri, ia membatasi asupan informasi harian dan memilah sumber bacaan agar tetap bisa berfungsi secara sehat.

"Jadi aku enggak seharian mengekspos diri aku terhadap bad news ini karena ya sekali lagi, itu bisa bikin patah semangat, itu bisa bener-bener bikin disfungsional," beber Maudy dalam videonya.

Namun, konsep menyaring informasi atau diet berita itu dinilai warganet sebagai bentuk hak istimewa yang tidak dapat diakses oleh korban bencana, warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), maupun mereka yang terhimpit kebijakan sulit.

Baca Juga: Bahlil: Ada Pajero dan Truk Tangki Siluman Bikin BBM Subsidi di Makassar Langka

Maudy menegaskan bahwa pendekatan mindfulness yang ia jalankan bukan bermaksud mengajak masyarakat untuk bersikap apatis atau lari dari kenyataan yang sedang terjadi.

"Aku sama sekali tidak ingin mindfulness menjadi alasan untuk tidak peduli atau menjauh dari realita yang ada. Apalagi ajakan untuk berdiam diri, ataupun melihat seolah keadaan baik-baik saja," tegas Maudy. ***

Editor : Dwi Puspitarini
Diet Berita tone deaf klarifikasi maudy ayunda