Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Wujudkan 40 Juta UMKM Go Digital, Perluas Akses Pasar dengan Teknologi

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 26 April 2024 | 07:00 WIB

SAMARINDA–Pertumbuhan UMKM terus mengalami peningkatan pasca-pandemi Covid-19. Pada 2023 lalu, angkanya lebih 65 juta. Diproyeksikan akan menjadi 83,3 juta pada 2024. Berdasarkan data Bank Dunia 2023, dalam tiga tahun ke depan ekonomi Indonesia juga diproyeksikan tumbuh lebih dari 0,1 persen setiap tahunnya.

Di Kaltim, jumlahnya kini 460.147 UMKM. Dengan subsektor unggulan yakni kuliner, kriya, wastra, serta aplikasi dan games. "UMKM memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB nasional sebesar 61 persen atau nilainya kurang lebih Rp 9.500 triliun. Kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja juga 97 persen dari total tenaga kerja," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Budi Widihartanto.

Budi menyebut, begitu luas peluang ekonomi digital, sejalan dengan besarnya jumlah penduduk dan tingkat penetrasi internet. Sehingga menjadi pangsa pasar UMKM dalam pemasaran online dan borderless.

"Mendukung itu, KPw-BI Kaltim kembali membuka program Digital Kaltimpreneurs 2024. Dengan memberi pelatihan dan bimbingan intensif selama 3 bulan kepada UMKM yang lolos kurasi," lanjut dia dalam Webinar Optimalisasi Pemanfaatan Digital Marketing untuk Pengembangan UMKM, Rabu (23/4).

Pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran memang sudah tidak asing. Namun, bagaimana mengoptimalkannya, itu yang masih menjadi tantangan. Imbasnya, tentu peningkatan omzet dan perluasan akses pasar. Hingga digitalisasi usaha lewat digitalisasi pembayaran. Diharapkan UMKM mampu naik kelas dan lebih berdaya saing.

Dalam agenda itu juga hadir dua narasumber. Yakni Founder & CEO Agrinesia Raya, Rizka Wahyu Romadhona. Bergerak di kuliner yang mengedepankan kekhasan daerah sejak 2011. Beberapa brand miliknya yakni Bakpia Tugu Jogja, Lapis Bogor Sangkuriang, Lapis Kukus Pahlawan Surabaya, dan banyak lagi.

Dia menyebut, pemanfaatan digital sangat membantu pengembangan usaha. Dia memulai dari cara door to door untuk tawarkan produk. Sampai menyadari bahwa masyarakat yang semakin melek internet adalah peluang besar.

"Pemanfaatan yang tepat akan membangun brand awareness produk. Kolaborasi dengan key opinion leader (KOL) atau influencer dan penggunaan fitur pada marketplace secara aktif dapat meningkatkan penjualan. Harus kenali siapa audiens kita. Mesti buat konten sesuai target market. Saya ini kan produknya khas sebagai oleh-oleh, berarti buat konten relevan seperti info wisata, tips trik dan lain-lain," paparnya.

Narasumber kedua bergerak di bidang fesyen lokal. Founder & CEO KAMI, Istafiana Candarini. Perempuan yang karib disapa Irin itu kini memiliki 24 offline store tersebar di seluruh Indonesia. Media sosial khususnya menjadi kunci dalam pemasaran. Irin menegaskan, dalam membuat konten pun tak boleh asal.

"Intinya bagaimana membuat brand dikenal secara luas. Bangun engagement dengan konsumen, aktif komunikasi. Jadi konsumen juga akhirnya merasa ada keterikatan dengan brand kita. Selain online yang aktif, offline juga jangan dilupakan. Kalau di KAMI, misalnya membuat windows display menarik dari koleksi," ungkapnya.

KPw-BI Kaltim secara khusus berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan ekonomi digital. Secara inklusif dengan memberikan pendampingan dan fasilitas yang dibutuhkan untuk go digital. Sebagai bagian untuk mendukung terwujudnya 40 juta UMKM Go Digital 2024 ini. (dwi/k8)

 

PELUANG: Pemanfaatan digital saat ini menjadi peluang besar untuk akses pemasaran. Kepala KPw-BI Kaltim Budi Widihartanto (atas) dalam komitmennya mendukung UMKM go digital.
PELUANG: Pemanfaatan digital saat ini menjadi peluang besar untuk akses pemasaran. Kepala KPw-BI Kaltim Budi Widihartanto (atas) dalam komitmennya mendukung UMKM go digital.

 

Editor : Duito Susanto
#kaltim #pasar #umkm #digital