Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

DPD WKRI Kaltim Gelar Misa Pembukaan Selebrasi 100 Tahun

Dwi Restu Amrullah • Senin, 6 Mei 2024 | 12:30 WIB
KEBERSAMAAN: Di akhir kegiatan para pimpinan dan anggota DPD WKRI Kaltim dalam peringatan 100 tahun WKRI.
KEBERSAMAAN: Di akhir kegiatan para pimpinan dan anggota DPD WKRI Kaltim dalam peringatan 100 tahun WKRI.

 

SAMARINDA–Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Kaltim melaksanakan Misa Open Ceremony Selebrasi 100 Tahun. Digelar di Aula Uskupan Keuskupan Agung Samarinda, Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (4/5).

Misa tersebut dihadiri Uskup Keuskupan Agung Samarinda Mrg Yustinus Hardjo Susanto, hadir pula Penasihat Rohani WKRI DPD Kaltim Pastor RD Moses Komela Avan, para pastor dan suster dari beberapa kongregasi, ketua lingkungan dari tiga paroki di Samarinda, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Ketua Panitia Selebrasi 100 Tahun WKRI DPD Kaltim Veronika Hinum Wang menyampaikan, organisasi wanita Katolik lahir pada 26 Juni 1924, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamirkan RA Maria Soelastri Soejadi D Sastraningrat. Puteri Puro Pakualaman Jogjakarta adalah tokoh inisiator dan pendiri WKRI yang dulu bernama Poesara Wanita Katholiek. Itulah sebabnya WKRI disebut sebagai pelaku sejarah, karena dalam mengawal persiapan kemerdekaan, mengisi pembangunan dan mengikuti perubahan dari zaman ke zaman, perjuangan perempuan terus bergulir. "Dalam usianya yang sudah memasuki 100 tahun, secara masif WKRI terus berkembang dan berbenah. WKRI terus melakukan penyempurnaan, baik secara sistem, mekanisme kerja, hingga kemandirian anggotanya," ungkap Veronika.

Ditambahkan Veronika, secara eksternal, WKRI tetap melaksanakan perannya sebagai organisasi kemasyarakatan dan melakukan kemitraan dengan pemerintah. "Sebagai wujud syukur karena Allah yang telah mendampingi WKRI sejak lahir pada 1924 hingga sekarang, sudah sepantasnya perayaan ulang tahun ke-100 dirayakan dengan berbagai aksi nyata," imbuh Veronika.

Dalam rangkaian kegiatan, ada Gerakan Doa Nasional melalui rosario khusus 100 tahun wanita Katolik yang diikuti seluruh DPD pada 9 Mei nanti, serta aksi wajib dari semua jenjang dan pemberian tali asih. Kunjungan ke panti atau yayasan, pembagian paket kepada masyarakat tidak mampu secara serentak di seluruh dan ranting yang diagendakan pada 5 Juni. Ada pula bakti sosial berupa operasi katarak dilaksanakan pada September bekerja sama dengan IDMI dan salah satu stasiun televisi nasional. Sunat masal target 100 anak direncanakan Juni saat libur anak sekolah, dan masih banyak kegiatan sosial lainnya.

Ketua Presidium DPD WKRI Kaltim Bernarda Teting juga mengatakan, perayaan 100 tahun dimulai WKRI pusat hingga daerah atau cabang. “Diharapkan menjadi momentum kelahiran kembali WKRI yang penuh asah, asih, dan asuh, serta mengandalkan solidaritas dan subsidaritas dalam cara dan dinamika geraknya lahir kembali semakin berarti di tengah keberagaman," ujarnya.

        "Momen tersebut sangat baik bagi ibu-ibu untuk berperan aktif bukan hanya di gereja tapi di masyarakat. WKRI merupakan organisasi kemasyarakatan dan semakin rukun serta kompak,” tambah Bernarda.

Mengusung tema Gerakannya Budi Membangun Pribadi, Mewujudkan Peradaban Kasih, dengan jargon, lahir kembali, semakin berarti. Dengan perayaan ke-100, Bernarda berharap para ibu semakin aktif terlibat dalam karya pelayanan hidup menggereja. “Juga dalam kehidupan bermasyarakat, rukun dan bersatu sesuai visi-misi WKRI," pungkasnya. (adv/kh/dra/k16)

Editor : Dwi Restu A