SAMARINDA – Suriansyah dilantik kembali menjadi Rektor Institut Keguruan dan ilmu pendidikan (IKIP) PGRI Kaltim untuk periode 2024-2028. Acara pelantikan dan pengukuhan rektor tersebut berlangsung di ruang aula lantai tiga, Gedung Serbaguna IKIP PGRI Kaltim, Jalan Suwandi, Jumat (31/5).
Acara pelantikan Rektor IKIP kedua 2024-2028 berlangsung dengan suasana meriah dihadiri oleh civitas akademika IKIP PGRI Kaltim, ketua BPH IKIP PGRI Kaltim, jajaran pejabat senat, termasuk tamu undangan yang berasal dari berbagai institusi perguruan tinggi swasta yang ada di wilayah area Samarinda dan sekitarnya.
Acara pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pelantikan Rektor IKIP PGRI Kaltim yang dibacakan oleh Elbadiansyah selaku perwakilan dari Yayasan pembinaan lembaga pendidikan (YPLP) PGRI Pusat. Yang dilanjutkan dengan pengambilan sumpah serta prosesi pelantikan rektor baru dilakukan oleh Ketua YPLP PT PGRI Pusat Prof Supardi.
Usai kegiatan pelantikan dan pengukuhan, Prof Supardi mengatakan dengan resminya pelantikan dan pengukuhan pada hari ini diharapkan langsung tancap gas. Pertama IKIP PGRI Kaltim berlari dengan cepat bukan hanya berjalan.
“Artinya dengan salah satu rencana merubah IKIP menjadi universitas harus segera dilakukan. Karena di IKN tidak hanya membutuhkan SDM tenaga kependidikan. Kalau IKIP kan melahirkan tenaga pendidikan, padahal di sini kan IKN tentunya banyak membutuhkan tenaga pendidikan,” ungkapnya.
Kedua, ada kebijakan baru kemendikbud yaitu terkait Permendikbud Nomor 53. Dalam permendikbud ini terkait penjaminan mutu suatu perguruan tinggi yaitu ada sistem penjaminan mutu internal dan penjaminan mutu eksternal atau akreditasi.
Salah satu isi amanat dalam permendikbud yaitu ke depan tantangan perguruan tinggi harus meremuskan apakah mau jadi perguruan tinggi pengajaran (teaching) di mana orientasi mencari mahasiswa untuk didik sebanyak – banyaknya atau menjadi riset universitas.
“Ini bukan hanya menjadi tantangan kita dari keluarga besar IKIP tapi menjadi semua perguruan tinggi dan permendikbud tersebut sudah disahkan tahun 2023 dan akan diimplementasikan pada tahun 2025,” jelasnya.
Sementara itu, Suriansyah mengucap syukur atas resminya dirinya kembali di percaya menjabat sebagai Rektor IKIP PGRI Kaltim.
“Program pertama sesuai agenda kami akan meningkatkan status IKIP PGRI menjadi universitas. Dengan demikian perkembangan perguruan tinggi kedepan lebih fleksibel. Karena apabila menyandang universitas agar bisa membuka prodi – prodi yang non kependidikan,” ucapnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga akan berencana akan mengembangkan kampus kedua titik yang ada di Kabupaten/kota di kaltim. “Alhamdulillah titik pertama kita sudah bertemu dengan Pj Bupati PPU (Penajam Paser Utara) akan mendapat lahan hibah seluas 6,8 hektar untuk kampus kedua IKIP Kaltim dan kita dengar sendiri tadi YPLP pusat bahwa kedepan ada ekosistem pendidikan yang dikembangkan oleh IKIP PGRI Jakarta di Kabupaten Kukar. Di mana salah satunya perkembangan perguruan tingginya,” tutupnya. (pms/as/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan