BALIKPAPAN - Ratusan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Indonesia hadir meramaikan Indonesia City Expo (ICE) APEKSI XVII 2024 yang dipusatkan di area parkir BSCC Dome Balikpapan, Selasa (4/6).
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT), Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), serta Dinas Perdagangan dan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kaltim turut hadir meramaikan pameran yang akan berlangsung hingga Kamis (6/6) itu.
Kepala DKUMKMP Kota Balikpapan Heruressandy Setia Kusuma menjelaskan, dalam Indonesia City Expo kali ini, Pemkot Balikpapan langsung melibatkan empat organisasi perangkat daerah (OPD) ditambah organisasi yang bergerak di bidang sosial budaya dan dakwah yakni DMDI Kaltim.
"Untuk di ICE ini kita menghadirkan delapan stand gabungan yang terdiri dari 15 UMKM binaan, mulai dari investasi bisnis, UMKM yang siap ekspor serta ekonomi kreatif. Di mana semua bersifat kerajinan serta olahan pangan," jelas Heru sapaan akrabnya.
Dikatakannya, ada beberapa produk unggulan yang dihadirkan dalam pameran ini mulai dari amplang, mantau, minuman kesehatan khas Kalimantan yakni wedang dayak hingga ada mandau yang dibuat langsung oleh warga Balikpapan.
"Mereka yang terlibat telah melalui proses kurasi, jadi semua yang terlibat adalah UMKM yang berpotensi di Balikpapan baik promosi maupun pemasarannya. Kita mencoba memperkenalkan kepada pemerintah kota lain, sekiranya baik tentang hasil produk maupun penyediaan barang baku maupun investasi apa yang bisa dikerjasamakan," katanya.
Dan sebagai upaya untuk memperkenalkan secara luas seluruh produk UMKM yang ada di Kota Balikpapan, Heru menerangkan bahwa pihaknya juga turun menempatkan beberapa UMKM binaan di lokasi kunjungan para peserta APEKSI, seperti penempatan stan UMKM di Novotel Balikpapan serta di Pasar Tumpah Pringgodani.
"Jadi baik itu saat kegiatan APEKSI maupun kunjugan para tamu yang hadir kita ingin mereka dapat melihat berbagai UMKM yang sudah ditempatkan dimasing-masing lokasi," ujarnya.
Untuk di Novotel, katanya ada 2 titik yang berisikan total 15 UMKM, dan di Pasar Tumpah Pringgodani ada 5 UMKM, sementara distan kuliner di DOME ada 40 UMKM ditambah stan yang berada di ICE ada 15 UMKM maka ada total 75 UMKM yang dilibatkan dalam agenda kali ini.
Heru juga menyebut, selain memamerkan berbagai hasil kerajinan tangan dan olahan pangan, melalui Disporapar pihaknya juga melibatkan Asosiasi Tour and Travel untuk memperkenalkan tujuan wisata yang ada di Kota Balikpapan, baik berupa paket wisata alam, wisata sejarah hingga wisata bahari.
"Tentu saja semua kita libatkan, karena ini menjadi momentum untuk memperkenalkan semua potensi yang ada di Balikpapan kepada pengunjung di seluruh Indonesia yang hadir di Rakernas APEKSI ini," sebutnya.
Sementara itu Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi mengatakan, terkait promosi DPMPTSP berpartisipasi dengan membuka layanan selama berlangsungnya event akbar tersebut. “Seperti layanan NIB, masyarakat yang kesulitan dalam pengurusan NIB nya dapat datang langsung ke lokasi ICE untuk dibantu pembuatannya,” katanya.
Selain itu juga pihaknya membuat brosur ataupun banner informasi tentang peluang investasi yang ada di Balikpapan agar pengunjung terutama peserta Apeksi mengetahuinya. “Jadi peluang-peluang investasi yang ada di kota Balikpapan itu kita paparkan di sini semuanya. Apa saja investasi yang bisa dikerjasamakan atau diambil para investor. Contoh hotel, ataupun air minum maupun yang lainnya yang berpeluang di Balikpapan,”terangnya. (mra/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan