KALTIMPOST.ID, Kitadin Site Embalut melakukan panen raya padi bersama Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, Jum'at (6/9), di lahan bekas tambang yang berlokasi di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Untuk menyukseskan program reklamasi dalam bentuk lain, PT Kitadin menyiapkan lahan pertanian seluas 174 hektare, yang terbagi menjadi dua lahan pertanian, yaitu pertanian padi sawah seluas 74 hektare dan perkebunan jagung seluas 100 hektare.
Direktur Utama PT Kitadin Ignatius Wurwanto didampingi KTT PT Kitadin Bonifasius Tritra Tipa menyampaikan bahwa, PT Kitadin sendiri bisa dikatakan salah satu perusahaan tambang tertua di Kaltim. Pihaknya berkomitmen melaksanakan kewajiban pascatambang sesuai Rencana Penutupan Tambang (RPT) yang telah disetujui oleh pemerintah daerah.
"Walaupun izin IUP nya sudah habis pada 2022, kami tetap berkomitmen melaksanakan kegiatan reklamasi pascatambang ini hingga dinyatakan berhasil, salah satunya pertanian padi sawah di atas lahan reklamasi ini," jelasnya.
Ignatius Wurwanto menjelaskan, pihaknya dari awal memegang teguh komitmen, mengembalikan fungsi lahan agar bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar tambang dan mendukung program ketahanan pangan di Kaltim pasca izin kegiatan pertambangan PT Kitadin usai.
"Hari ini sebagai bentuk komitmen kami melakukan panen raya padi sawah seluas 22 hektare bersama Pj Gubernur Kaltim, dan semoga ini menjadi kegiatan positif agar perusahaan tambang lain juga melakukan hal serupa," pungkasnya.
Lebih lanjut, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mengapresiasi langkah yang dilakukan PT Kitadin. Menurutnya, perusahaan tersebut sudah melakukan langkah progresif sebagai perusahaan tambang yang bertanggung jawab.
"Kita sangat mengapresiasi program ini, langkah ini cukup baik jika diikuti oleh pemegang IUP lainnya," ujar Akmal Malik.
Akmal Malik mengatakan, sebagai perusahaan tambang, mereka juga harus memikirkan hal positif pascatambang, salah satunya kegiatan reklamasi dan pengembalian fungsi lahan yang telah digunakan.
"Jadi tidak menggali saja, ada transformasi dari tambang ke pertanian. Maka kita harus dukung kegiatan seperti ini," tambahnya.
Terpisah, Kepala ESDM Kaltim Bambang Arwanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program 'Tamasya" (Tambang Mensejahterakan Masyarakat) yang mana sangat baik dieksekusi oleh PT Kitadin.
"Sebagai informasi bahwa mulai 2023, lahan bekas tambang ini sudah berhasil melakukan empat kali panen padi. Itu artinya, jika pengolahan lahan bekas tambang ini dilakukan dengan benar, bisa disulap menjadi lahan pertanian," imbuhnya.
"Perusahaan lain juga kita undang di sini, supaya mereka belajar dan menyiapkan nanti ketika Pascatambang," tutupnya. (pms/as)
Editor : Rendy Fauzan