Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Gelar Seminar Bertajuk Leadership in The Digital of Mental Health, Hasil Kolaborasi APIO Kaltim dengan Sejumlah Universitas di Kaltim

Iklan • Minggu, 22 September 2024 | 10:44 WIB
APIO Kaltim berkolaborasi dengan Fakultas Psikologi Untag Samarinda, Unmul, UMKT sukses menggelar seminar hybrid bertajuk Empowering Minds: Leadership in The Digital of Mental Health.
APIO Kaltim berkolaborasi dengan Fakultas Psikologi Untag Samarinda, Unmul, UMKT sukses menggelar seminar hybrid bertajuk Empowering Minds: Leadership in The Digital of Mental Health.

KALTIMPOST.ID, Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO) Kaltim berhasil menyelenggarakan Seminar Hybrid dengan tema Empowering Minds: Leadership in The Digital of Mental Health, Sabtu (21/9).

Acara ini digelar di Gedung Auditorium HM Ardans Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.

Acara ini berkolaborasi dengan beberapa universitas dari Fakultas Psikologi, baik dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda, Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

Dalam kegiatan, Rektor Untag Samarinda Marzoni Rachman hadir sekaligus membuka acara. Acara ini juga dihadiri oleh para dekan Fakultas Psikologi, dari Untag, Unmul, UMKT, para dosen, mahasiswa, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua APIO Kaltim Rizki Silvia Mega putri, mengatakan bahwa alasan dilaksanakannya kegiatan ini di Kaltim karena berkaitan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di wilayah tersebut.

"APIO sebagai perkumpulan di bidang psikolog industri dan organisasi yang tentu saja memiliki kepedulian pada pengembangan SDM, tentu ingin berperan dalam mempersiapkan SDM unggul uang nantinya akan menjadi penopang bagi berjalannya pemerintahan di IKN," ungkap Rizki.

Lanjut Rizki, untuk mempersiapkan sunber daya manusia ini, APIO Kaltim butuh kolaborasi, kontribusi bersama, dan inspirasi dari berbagai elemen, terutama dari pendidikan/perguruan tinggi.

Rizki mengatakan, bentuk komitmen dan kolaborasi ini adalah dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan tiga fakultas psikologi dari tiga universitas berbeda.

"Lalu akan dilanjutkan dengan seminar yang harapannya bisa menambah pengetahuan dan wawasan bagi kita, sebagai pemimpin dan juga calon pemimpin masa depan dalam memperkuat kondisi kesehatan mental para pekerja dalam menghadapi era digital," tuturnya.

Rizki berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan hari ini dengan tiga pembicara yang sangat luar biasa. Peserta dapat aktif mendengarkan dan berpartisipasi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan, sehingga memperoleh ilmu dan wawasan yang bermanfaat di kehidupan dan aktivitas sehari-hari.

Materi pertama dalam seminar tersebut disampaikan Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN Suwito dengan tema Effective Leadership in Agility.

Dalam pemaparannya, ia mengatakan, pemimpin harus memliki dasar-dasar kepemimpinan yang terdiri dari integritas, komunikasi, kerja sama, orientasi pada hasil, manajemen perubahan, pengembangan diri dan orang lain serta pengambilan keputusan.

Lalu materi kedua disampaikan Ketua APIO Induk Dr Sumaryono, MSi yang juga psikolog.

Ia menyebut, pengawasan yang paling efektif untuk mengawasi sebuah tugas atau produktivitas dalam sebuah organisasi terletak pada individu yang mengerjakan tugas itu sendiri.

Dan hal ini bisa berjalan dengan baik apabila sebuah pemimpin mampu mengembangkan dan menerapkan psychological safety di lingkungan kerjanya.

Psychological safety atau keamanan psikologi bertujuan menumbuhkan kepercayaan diri, rasa aman, kreativitas, dan keterbukaan karyawan di lingkungan kerjanya.

Nilai kepemimpinan yang mampu menciptakan psychological safety dapat ditemukan dari salah satu tokoh pendidikan Indonesia. Yakni Ki Hajar Dewantara yang mewariskan ing ngarso sung tulodho (di depan memberi teladan), ing madyo mangun karso (di tengah memberi bimbingan), dan tut wuri handayani (di belakang memberikan dorongan).

Pemimpin yang mampu memberikan keamanan psikologis akan menciptakan karyawan yang Active, Growth, Innovation, Learning, and Engagement (AGILE).

Materi ketiga disampaikan Dr Evi Kurniasari W, MPsi dengan tema Psikologi For Improving Mental Health at Work. Dia memaparkan bahwa dari hasil penelitian 37 persen karyawan di Indonesia mengalami stres di tempat kerja. Hal ini menjadi isu yang hangat dan perlu menjadi perhatian.

Adapun ada beberapa tanda seseorang mengalami burn-out di tempat kerja. Di antaranya, sulit berkonsentrasi, cemas berlebihan, insomnia, mengalami ketegangan otot, kelelahan fisik, lelah emosional, dan penurunan motivasi dan kinerja.

Hal yang memengaruhi kesehatan mental di tempat kerja meliputi stres pekerjaan, kurangnya dukungan sosial, lingkungan kerja berbahaya, dan kurangnya keseimbangan kerja hidup.

Ada beberapa panduan untuk mengembangkan strategi kesehatan mental dan kesejahteraan di tempat kerja. Di antaranya, dapatkan dukungan pimpinan, analisis kondisi saat ini (terkait kebijakan, prosedur, dan aturan), buat rencana aksi untuk meningkatkan kesehatan mental, dan terus pantau selalu kesehatan mental kita.

Editor : Hernawati
#kolaborasi #Unmul Samarinda #asosiasi psikologi industri dan organisasi #UMKT #apio kaltim #untag