KALTIMPOST.ID, PT Pama Persada Nusantara Distrik Kideco (Pama Kide) berkolaborasi dengan Kideco, menggelar pelatihan bertema Masgapar atau Masyarakat Tanggap Keadaan Darurat.
Pelatihan ini berupa animal handling untuk relawan masyarakat. Narasumber yang dihadirkan adalah salah satu tokoh stasiun TV nasional, yaitu Widi Heru Wasana yang sering dikenal sebagai Heru Gundul, atau Jejak Sigundul.
Program ini menyasar masyarakat dua kecamatan yaitu Batu Sopang dan Muara Samu, digelar pada Selasa 24 September 2024.
CSR Section Head PT PAMA KIDE Bayu Handoko menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dan konsistensi program untuk masyarakat yang dilaksanakan Pama Kide untuk masyarakat.
"Alhamdulillah ini sudah memasuki tahun kedua program kolaborasi yang kami jalankan bersama Kideco," kata Bayu.
Bayu menyebut pelatihan animal handling yang diberikan merupakan sebuah kebutuhan yang timbul akibat maraknya kasus adanya hewan liar yang masuk ke permukiman warga, salah satunya adalah ular.
Wakil Kepala Teknik Tambang (WKTT) Kideco Azhari menyampaikan belakangan makin marak kasus atau laporan hewan liar (ular) yang mengganggu wilayah pemukiman bahkan mess karyawan, inilah yang mendasari bahwa pentingnya adanya tambahan keterampilan yang dimiliki baik untuk masyarakat atau petugas Damkar di kecamatan.
"Karena itu Masgapar 2024 kami putuskan mengambil tema pelatihan animal handling," kata Azhari.
Pelatihan Masgapar ini diikuti total 64 peserta, baik dari Masyarakat Peduli Api (MPA) desa, MPA Kecamatan, Satuan Damkar dan Regu tanggap darurat perusahaan.
Narasumber Heru Gundul sebagai tim ahli reptil yang sudah tidak diragukan lagi, telah menambah keyakinan peserta untuk mendapatkan manfaat dari program yang diberikan.
Pelatihan ini meliputi bagaimana cara mengetahui karakteristik hewan, dasar rescue, membedakan hewan berbisa dan tidak berbisa dan yang paling utama adalah bagaimana cara handling hewan khususnya ular dengan baik dan aman.
"Dasar dari rescue adalah bagaimana cara kita untuk memastikan kondisi kita sendiri aman, baru kita melakukan langkah penyelamatan berikutnya," kata Heru.
Peserta diminta jangan sekali sekali melakukan tindakan ragu-ragu dalam melakukan handling hewan, khususnya ular, karena akan membahayakan diri sendiri.
Kasi Trantibmas Kecamatan Batu Sopang Sulistyanto menyampaikan, ini merupakan momen yang sangat berharga bagi masyarakat Batu Sopang, khususnya bagi teman-teman relawan.
Selain bisa ketemu artis, peserta juga bisa sekaligus belajar dan mendapat sharing pengalaman.
"Dan kami tak henti-hentinya mengucap terima kasih atas program yang sudah direalisasikan oleh PAMA dan Kideco, semoga selalu memberikan manfaat dan dampak positif bagi kami di masyarakat," katanya.
Dalam pelatihan ini juga diserahkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) baju penanganan tawon dan alat bantu penjepit ular untuk masing-masing MPA kecamatan.
Harapannya bisa lebih memaksimalkan ketika dibutuhkan di lapangan ketika ada kondisi darurat. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post
Editor : Dwi Puspitarini