Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Faperta Unmul Tuan Rumah FKPTPI, Hadapi Tantangan Pangan Masa Depan

Dwi Restu Amrullah • Rabu, 9 Oktober 2024 | 20:03 WIB
UNGGUL: Seluruh jajaran tergabung ke FKPTPI di momen kebersamaan dengan rektor Unmul dan sekkot Samarinda menggunakan salam unggul untuk ketahanan pangan nasional.
UNGGUL: Seluruh jajaran tergabung ke FKPTPI di momen kebersamaan dengan rektor Unmul dan sekkot Samarinda menggunakan salam unggul untuk ketahanan pangan nasional.

 

Upaya mengatasi berbagai masalah ketahan pangan di Indonesia, Universitas Mulawarman (Unmul) melalui Fakultas Pertanian (Faperta), menjadi tuan rumah agenda Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI).

 

SAMARINDA–Agenda yang dirangkai acara international conference on tropical agrifoof, feed dan fuel dibuka secara resmi Sekkot Samarinda Hero Mardanus Satyawan, berlangsung di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (9/10).

Rektor Universitas Mulawarman Samarinda Abdunnur mengapresiasi atas FKPTPI yang dilaksanakan melalui Fakultas Pertanian Unmul. “Kami tentu bangga menjadi tuan rumah dengan partisipasi 140 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta,” katanya.

Harapannya melalui kegiatan tersebut memberikan kontribusi nyata dalam membangun sektor pertanian Indonesia. “Demi menuju kemandirian pangan, energi, air, serta pertumbuhan ekonomi pertanian yang hebat menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Selain itu, Dekan Fakultas Pertanian Unmul Rusdiansyah mengungkapkan, terkait perkembangan sektor pertanian, khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim), mahasiswa harus lebih aktif terlibat dalam memajukan pertanian Indonesia.

“Kondisi pertanian saat ini membutuhkan keterlibatan aktif, bukan hanya berdiri dan melihat. Harus terjun langsung memajukan sektor pertanian, terlebih dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Kaltim,” ucapnya.

Rusdianysah menekankan pentingnya menyiapkan kebutuhan pangan. Mengingat saat ini Kaltim baru memenuhi 30 persen dari kebutuhannya.

Dia berharap melalui FKPTPI, proses akreditasi perguruan tinggi pertanian bisa dipercepat. Menurutnya, dengan akreditasi yang lebih baik, dapat mendorong pemerataan penerimaan mahasiswa.

“Kami ingin anak-anak Kaltim tetap berkuliah di daerahnya, dan ikut membangun wilayah yang memiliki tantangan dan spesifikasi khusus di bidang pertanian,” tegasnya.

Sementara itu, Sekjend FKPTPI Ahmad Muslim menekankan pentingnya mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul, melalui riset dan inovasi teknologi. Menurutnya, pengembangan SDM yang berkualitas akan menjadi kunci utama menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.

Dia menyoroti potensi besar lahan rawa yang luas di Indonesia. Dengan pemanfaatan teknologi modern seperti smart farming, digitalisasi, dan pertanian presisi, dia meyakini produksi pangan dapat ditingkatkan secara signifikan.

“Teknologi itu tidak hanya membantu optimalisasi lahan tapi dapat mencegah terjadinya krisis pangan di masa depan. Jika diterapkan dengan tepat, Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri dalam hal pangan,” bebernya.

Di sisi lain, Penasehat FKPTPI Suntoro Wongso Atmojo menekankan bahwa sektor pertanian harus menjadi fokus utama pembangunan, mengingat peningkatan jumlah penduduk yang pesat.

“Jika kami tidak meningkatkan produksi pertanian, akan bergantung pada impor. Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi sangat diperlukan untuk mencapai ketahanan pangan,” tuturnya.

Ketua Pokja Ahli Pangan Kaltim sekaligus Wakil Dekan I Prof Bernatal Saragih menyatakan, guna memperkuat ketahanan pangan di IKN dengan pola reshaping program untuk masa depan, antara lain regenerasi petani, urban farming untuk penyangga pangan di IKN, dan pertanian cirkular serta membangun food logistik yang andal.

Sementara itu, Ketua Panitia FKPTI Denny Sumarna menyatakan, Fakultas Pertanian Unmul sebagai tuan rumah merasa bangga atas kelancaran penyelenggaraan. “Kegiatan rutin FKPTPI berlangsung dengan sukses. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak yang terlibat,” ujarnya.

Seminar tersebut bertajuk Reshaping the Future of Food Security in New Capital Nusantara through Advanced and Sustainable Agriculture”. Diharapkan lewat seminar itu memberikan rekomendasi strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di Indonesia, serta memperkuat kolaborasi antar-perguruan tinggi di bidang pertanian.

“Setelah acara tersebut kami mengadakan agenda wisata susur Sungai Mahakam dan wisata ke IKN, sekalian ajang diskusi dan silaturahmi,” tutupnya. (pms/as/dra)

Editor : Dwi Restu A