SAMARINDA–Dalam rangka merajut dan memperkuat tali silaturahmi dan saling mengenal satu sama lainya, Sahadi yang merupakan tokoh pemuda asal Kutai Barat (Kubar) yang lahir di Besiq, 26 Agustus 1973, bersama para tokoh pemuda Kubar lainnya menggelar diskusi bersama ratusan mahasiswa-mahasiswi asal Kutai Barat yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri dan swasta di Samarinda dan sekitarnya.
Digelar selama satu hari di Ballroom Grand Kartika Hotel, Minggu (13/10), diskusi tersebut menghadirkan tokoh-tokoh pemuda dan pemudi asal Tanaa purai ngeriman.
Sahadi mengatakan, tujuan kegiatan tersebut di antaranya menjalin silahturahmi sesama mahasiswa dan mahasiswi yang saat ini belajar dan menuntut ilmu di Kota Tepian, baik perguruan tinggi negeri dan swasta.
Melalui diskusi tersebut, tujuan lain yang ingin dicapai yakni secara bersama bisa membangun Kutai Barat maju, berkembang, dan bersinergi dengan lembaga terkait dalam kemajuan Kutai Barat yang lebih baik.
Dia memberikan semangat dan motivasi agar mahasiswa asal Kutai Barat mempunyai peran sentral bagi wilayah Kutai Barat secara khusus, dan Kaltim serta Indonesia. “Berani mengambil risiko dan merebut peluang. Karena ke depannya teman-teman mahasiswa yang akan melanjutkan perjuangan kami,” ungkapnya.
Dia mengingatkan agar teman-teman mahasiwa yang kuliah di Samarinda maupun di luar Samarinda untuk terus belajar dan memanfaatkan peluang sekecil apa pun.
“Harus terus belajar. Belajar kepada siapa saja dan di mana saja, tentang apa saja. Tantangan dan persaingan ke depan sangat ketat. Kalau tidak siap, kita akan tertinggal. Jangan lupa teman-teman juga harus bisa memberikan kontribusi besar kepada kemanusiaan,” ujarnya.
Selain itu, mahasiswa harus terus membekali diri, persiapkan untuk hari esok dari jauh-jauh hari. “Karena kalian ini calon-calon pemimpin yang akan menggantikan kami,” tuturnya.
Sahadi mendorong generasi muda mahasiswa untuk berperan aktif dalam setiap tindakan dan menjadi agen perubahan demi kemajuan daerah. Dia menekankan generasi muda harus berani mengambil peran dalam setiap perubahan, bukan hanya sebagai penonton.
Diskusi itu diharapkan dapat membangkitkan semangat generasi muda untuk ikut berpartisipasi dalam pergerakan pemimpin nasional, dan mendorong percepatan pembangunan daerah khusus di Kutai Barat.
Sementara itu, Stevanus Ujung sebagai tokoh pemuda asal Kutai Barat juga mengatakan, peran pemuda sangat penting karena arah implementasi demokrasi Indonesia di masa depan ada di tangan mereka
“Diharapkan dengan semangat kebangsaan yang kuat dari generasi muda saat ini, mampu memberikan kontribusi positif dan optimistis bagi pembangunan infrastruktur yang lebih baik demi kemajuan ekonomi dan keadilan sosial,” imbuhnya.
Apri Gunawan, tokoh asal Long Iram, Kutai Barat, turut mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum menguatkan tali silaturahmi berbagai tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan mahasiswa untuk membangun gagasan kemajuan daerah.
“Oleh karna itu, perlu adanya komitmen untuk terus membangun gagasan kemajuan untuk daerah dan menjelaskan beberapa problematika yang terjadi serta solusi untuk mengatasi permasalah-permasalahan yang ada di daerah," kata Apri.
Apri Menegaskan bahwa semua itu juga membutuhkan simpul persatuan yang kuat, guna membangun Kubar yang lebih maju, sebab tidak akan bisa menciptakan kemajuan jika tidak ada yang namanya persatuan. (adv/kh/dra)
Editor : Dwi Restu A