KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Utara (PLN UID Kaltimra) menggelar simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi, Kamis (28/11).
Acara ini menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan dan UPTD Puskesmas Gunung Bahagia, berlangsung di kantor PLN UIP KLT, dan diikuti oleh seluruh pegawai serta tenaga alih daya.
General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar menegaskan pentingnya simulasi ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap budaya keselamatan, kesehatan kerja (K3), dan mitigasi bencana alam.
“Simulasi ini langkah konkret membangun budaya K3 di lingkungan kerja. Dengan pemahaman mitigasi yang baik, pegawai diharapkan sigap mengambil tindakan tepat saat bencana terjadi,” ujar Raja.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja berbasis ISO 45001.
“Kegiatan ini menguji efektivitas sistem, kompetensi pegawai, dan kesiapan menghadapi situasi darurat,” tambahnya.
BPBD Kota Balikpapan turut memberikan edukasi terkait langkah-langkah menghadapi bencana. Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD, Sholahuddin Malik ST menekankan pentingnya kesadaran akan risiko bencana.
“Pendidikan dan pelatihan tanggap bencana sangat krusial untuk meminimalkan dampak. Kita harus tahu apa yang dilakukan sebelum, selama, dan setelah bencana,” jelas Sholahuddin.
Simulasi ini melibatkan seluruh pegawai, melatih mereka menemukan lokasi aman, melakukan evakuasi cepat, dan menghindari area berbahaya. Antusiasme peserta terlihat sepanjang simulasi, mencerminkan kesiapan menghadapi situasi tak terduga.
Kolaborasi PLN dengan BPBD Kota Balikpapan melalui simulasi tanggap darurat ini menjadi langkah strategis memperkuat koordinasi dan memastikan respons cepat menghadapi potensi bencana di masa depan. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen PLN dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan tanggap terhadap bencana. (aji/ms)
Editor : Ismet Rifani