Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) membidangi pelestarian budaya, melalui upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan pemajuan kebudayaan, sebagai perpanjangan tangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, terus berupaya mengembangkan bakat seniman.
SAMARINDA–Terlebih tari yang ada di Kaltim, baik para seniman lokal maupun luar, salah satunya seniman yang berasal dari Jawa menampilkan kreasi dari Kuda Lumping Suryo Wijoyo, sekaligus merayakan hari jadi ke-13 tahun.
Kegiatan tersebut kolaborasi UPTD Taman Budaya Diskdikbud Kaltim dengan Kuda Lumping Suryo Wijoyo, bertujuan mempertunjukkan penampilannya menghibur masyarakat, sekaligus pelastarian budaya nusantara Indonesia.
"Artinya UPTD Taman Budaya Diskdikbud Kaltim hadir dan memberikan ruang yang seluas luasnya kepada para seniman, baik seniman Kaltim dan seniman Jawa. Salah satunya bisa tampil dan melestarikan secara langsung budaya kepada masyarakat untuk menghibur," ungkap Plt Kepala UPTD Taman Budaya Diskdikbud Kaltim M Herdiansyah, Sabtu (7/12) lalu.
Tugas UPTD Taman Budaya tidak lagi mudah. Di era globalisasi saat ini, generasi muda besar peluangnya terpengaruh budaya asing, dan jangan sampai generasi muda lebih menyukai dan mengenal budaya asing dibandingkan budayanya sendiri.
Hadirnya salah satu jaranan menambah khasanah pelestarian dan pengembangan budaya Jawa yang ada di Kaltim, terus dilestarikan sebagai sarana membangkitkan budaya mereka bagi orang-orang Jawa yang tinggal dan menetap di Bumi Etam.
“Selaku pengelola Taman Budaya, kegiatan semacam itu bertujuan menjalin silahturahmi dan kekompakan terhadap seniman yang ada di Kaltim," imbuhnya.
Seni dan budaya merupakan etalase peradaban bangsa. Lewat kegiatan tersebut, Herdiansyah berharap Taman Budaya mampu memanfaatkan momentum, sehingga berfungsi secara aktif sebagai kebangkitan seni yang tidak hanya melestarikan budaya tapi turut memberdayakan.
"Diketahui bersama, Kaltim sebagai daeah yang memiliki masyarakat heterogen dengan baragam suku. Baik suku asli maupun pendatang, memiliki ragam kekayaan budaya. Budaya suku mana pun boleh pentas di UPTD Taman Budaya Diskdikbud Kaltim, dan tidak kalah penting sarana difasilitasi," tegasnya.
Dia berharap, adanya kegiatan semacam itu dapat meningkatkan pemahaman tentang sejarah, membantu dan mempromosikan serta melestarikan bahkan mencintai cagar budaya sendiri. Membangun kesadaran generasi muda untuk terus melestarikan budaya dalam bingkai kebhinekaan.
Sementara itu, mewakili Pemkot Samarinda, Sucipto mengatakan, event yang telah ditampilkan jaranan Suryo Wijoyo bisa menjadi sarana serta wadah bagi para seniman. “Bagi seniman Jawa maupun suku lainnya yang ada di Kaltim agar mereka lebih giat dalam menghasilkan karyanya,” katanya.
Artinya Pemkot Samarinda bersama Taman Budaya Kaltim merupakan bentuk perhatian dan komitmen terhadap pembangunan di bidang seni dan budaya, agar tidak tergerus waktu dan zaman.
Sucipto menegaskan, pelestarian kesenian dan kebudayaan bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, juga perhatian masyarakat untuk bersama pemerintah dan para penggiat seni dan budaya.
"Dengan harapan Taman Budaya Kaltim bersama para seniman di Kaltim turut melestarikan budaya dan memberikan ruang bagi seniman berekspresi," pungkasnya. (adv/kh/dra)
Editor : Dwi Restu A