KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- BPBD Kota Balikpapan telah membuka ruang edukasi bencana pada anak usia dini yang berkolaborasi dan bersinergi dengan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Taman Kanak-kanan (TK).
Dalam program ini, sekolah dapat melakukan kunjungan ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) BPBD terdekat untuk mendapatkan pemahaman tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali ST menjelaskan edukasi kebencanaan bagi anak usia dini perlu diberikan, tujuannya tidak lain agar sejak awal anak dapat menyerap pengetahuan jenis bencana dan bagaimana cara penanggulangannya secara umum.
Edukasi yang diberikan pun kata, Usman menyesuaikan usia anak yang berkunjung. "Cara memberi pemahaman kepada anak-anak usia dini pasti berbeda, jadi mau tidak mau kita harus bisa menyesuaikan pola edukasinya. Misal dalam bentuk permainan, pengenalan pengetahuan dan keterampilan penanggulangan bencana," kata Usman.
Pihaknya, sebut dia membuka seluas-luasnya bagi sekolah yang ingin berkunjung. "Jadi silakan sekolah yang ingin anak didiknya mendapatkan edukasi, namun agar tidak bentrok dengan kegiatan tim BPBD harus memberitahukan dulu jauh hari. Jadi kita juga bisa melakukan persiapan," terang Usman.
Diketahui, baru-baru ini kegiatan edukasi anak usia dini diikuti oleh TK Kristen GPIB Balikpapan Barat yang berkunjung ke UPTD PBD Wilayah Barat, pada Jumat (29/11). Kemudian pada Rabu (13/11), UPTD PBD Wilayah Tengah BPBD Kota Balikpapan juga kedatangan tamu dari TK Trisula Balikpapan.
Kunjungan merupakan kegiatan rutin bulanan untuk edukasi pengenalan damkar sejak dini sebagai sarana belajar mengenalkan pemadaman kebakaran seperti yang diharapkan oleh para guru TK dan PAUD.
Model pengajaran anak masih menggunakan pendekatan berbasis bermain, dimana murid lebih mudah memahami materi jika didukung dengan alat peraga yang nyata.
Dalam kegiatan sosialisasi anak didik dan para guru mendapatkan materi sederhana dari petugas, yaitu tata cara pelaporan kejadian kebakaran, pengenalan alat pemadam kebakaran dan praktik pemadaman kebakaran serta materi keselamatan lainnya.
"Dengan begitu dalam benak atau pikiran anak-anak sudah tertanam apa itu bencana, bahayanya dan upaya yang harus dilakukan. Harapannya semakian ia besar semakin memahami bagaimana mengantisipasi dan menanggulangi bencana dengan baik dan benar. Minimal di lingkungan rumah dan sekolah mereka," pungkas Usman. (*)
Editor : Ismet Rifani