KALTIMPOST.ID, Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-96, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar acara meriah di Nusantara Grand Ballroom Max One Balikpapan, Selasa (17/12).
Acara ini tak hanya menjadi momentum penuh makna, tetapi juga memberikan penghargaan kepada 10 perempuan tangguh yang telah memberikan kontribusi luar biasa untuk Kota Balikpapan.
Kegiatan ini didukung oleh TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) se-Kota Balikpapan.
Baca Juga: Polsek Loa Janan Ungkap Kasus Penimbunan BBM Bersubsidi, Satu Tersangka Diamankan
Perayaan dimulai dengan aksi sosial berupa kunjungan ke panti jompo untuk memberikan sembako dan bantuan dana.
Selain itu, diadakan seminar bertajuk “Wujudkan Perempuan Berdaya dengan Mencegah Penuaan Dini dan Penyakit Metabolik melalui Gizi Seimbang” yang menghadirkan Dr Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, sebagai narasumber.
Dalam momen istimewa ini, panitia juga membagikan mawar merah kepada para peserta, simbol penghormatan dan kasih sayang.
Baca Juga: Dishub Balikpapan Maksimalkan Jukir Binaan untuk Tingkatkan PAD
Perempuan, Pilar Kemajuan Bangsa
Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prisni, menyampaikan bahwa Hari Ibu adalah momen penting untuk mendorong solidaritas, interaksi, dan dukungan antar-perempuan.
"Perempuan berdaya, perempuan menyapa menuju Indonesia Emas 2045. Peran perempuan sangat krusial dalam mencapai kemajuan bangsa," ujarnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua TP-PKK Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Neny Dwi Winahyu yang mewakili Wali Kota Balikpapan, serta tokoh-tokoh perempuan lainnya dari berbagai organisasi.
Dalam sambutannya, Neny Dwi Winahyu menegaskan komitmen Pemerintah Kota Balikpapan untuk mendukung pemberdayaan perempuan melalui berbagai kebijakan strategis.
"Kami mendorong perempuan untuk aktif mengambil peran di sektor pendidikan, ekonomi, politik, dan sosial budaya," katanya.
Mewujudkan Generasi Emas 2045
Hari Ibu menjadi pengingat bahwa perempuan adalah pilar utama keluarga dan bangsa. Perempuan, sebagai pendidik pertama anak-anak, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus yang tangguh.
Dengan tema besar “Perempuan Berdaya, Perempuan Menyapa”, acara ini menekankan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak perubahan positif.
Mereka tidak hanya membangun keluarga yang harmonis, tetapi juga menjadi motor kemajuan di masyarakat. (*)
Editor : Dwi Puspitarini