KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN– PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB) sukses memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam kategori “Aksi Bersih-bersih Serentak di Lantai Terbanyak oleh Pekerja Fasilitas Produksi Migas, Selasa (25/2).
Sebanyak 1.640 pekerja, yang terdiri dari karyawan PT KPB, kontraktor, dan subkontraktor, bergotong royong membersihkan 84 lantai dengan ketinggian mencapai 120 meter di area Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), Proyek RDMP Balikpapan.
Aksi ini bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga merupakan implementasi budaya keselamatan kerja dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2025. PT KPB menegaskan komitmennya untuk menghadirkan standar keselamatan kelas dunia di industri migas, terutama menjelang fase commissioning dan startup Proyek RDMP Balikpapan.
Perwakilan MURI, Andre Purwandono, mengapresiasi pencapaian ini sebagai yang pertama dalam sejarah industri migas Indonesia.
“Hari ini, kita mencatat sejarah baru. Ini adalah aksi bersih-bersih serentak di 84 lantai dengan ketinggian hingga 120 meter, dilakukan oleh ribuan pekerja. Belum pernah ada aksi sebesar ini di lingkungan migas. PT KPB telah membuktikan bahwa keselamatan dan kebersihan adalah bagian dari budaya kerja mereka,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Grebeg Housekeeping, agenda rutin PT KPB untuk menciptakan tempat kerja yang bersih, rapi, dan aman. Kali ini, program dilakukan dalam skala lebih besar sebagai bentuk kesiapan menuju operasional kilang.
Direktur Operasi PT KPB, Arafat Bayu Nugroho, bahkan ikut serta dalam aksi ini hingga naik ke lantai 14.
“Saya bisa merasakan sendiri tantangan yang dihadapi para pekerja setiap hari—naik, turun, dan terus bekerja dalam kondisi ekstrem. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bagian dari kesiapan kita untuk memasuki fase commissioning dengan lingkungan kerja yang lebih aman,” katanya.
Menurut Bayu, aksi ini bukan sekadar pemecahan rekor, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih baik.
“Good Housekeeping adalah bagian dari keselamatan kerja. Lingkungan kerja yang bersih dan tertata akan mengurangi risiko kecelakaan, terutama di fase startup yang memiliki risiko tinggi. Keselamatan adalah prioritas utama kita,” tambahnya.
Aksi ini bukan hanya simbolis. Studi menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang bersih dapat meningkatkan efisiensi hingga 20% dan mengurangi risiko kecelakaan hingga 30%. Dalam industri migas, di mana setiap kesalahan bisa berakibat fatal, penerapan standar kebersihan yang tinggi adalah keharusan.
VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari komitmen PT KPB dalam menerapkan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) kelas dunia.
“Sebagai bagian dari program Asta Cita, kami terus berinovasi untuk menciptakan industri migas dan petrokimia yang lebih aman dan berkelanjutan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa keselamatan kerja bukan sekadar kepatuhan, tetapi sudah menjadi budaya di PT KPB,” jelasnya.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi industri migas lainnya untuk lebih serius dalam menerapkan budaya keselamatan kerja. Dengan Proyek RDMP Balikpapan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), PT KPB berupaya menciptakan standar baru dalam keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan operasional.
Direktur Keuangan & Penunjang Bisnis PT KPB, Nailul, menegaskan bahwa pemecahan rekor ini bukan tujuan akhir, melainkan awal dari komitmen jangka panjang PT KPB.
“Pemecahan rekor ini bukanlah tujuan akhir, tetapi awal dari komitmen jangka panjang kami untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja,” tutupnya.
Dengan pencapaian ini, PT KPB kembali membuktikan diri sebagai pelopor dalam inovasi keselamatan dan efisiensi kerja di industri migas Indonesia. (*)
Editor : Ismet Rifani