Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sri Suparni Bahlil Tutup Pelatihan dan Pameran Kriya Etnik Kaltim, Kerajinan Binaan Bayan Group Jadi Suvenir Puncak HUT Dekranas

Maria Irham • Kamis, 24 April 2025 | 14:15 WIB

Photo
Photo
KUNJUNGI STAN: Istri Menteri ESDM Sri Suparni Bahlil (kemeja putih, pakai syal manik manik) mengunjungi stan Bayan Group pada hari penutupan Pelatihan dan Pameran Kriya Etnik, Rabu (23/4)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Pelatihan dan Pameran Kriya Etnik Provinsi Kalimantan Timur yang digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bekerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral selama dua hari, mulai Selasa (22/4) hingga Rabu (23/4) berjalan sukses.

Istri Menteri ESDM Sri Suparni Bahlil sekaligus Ketua Bidang Manajemen Usaha (BMU) Dekranas menutup rangkaian jalannya kegiatan yang dipusatkan di Town House BDI tersebut. Sebelumnya acara yang diikuti oleh 110 perajin di Kaltim ini dibuka oleh Ketua Harian Dekranas Tri Suswati Tito Karnavian didampingi Ketua Dekranasda Kaltim Syarifah Suraidah Rudy Mas’ud serta Ex-Officio Dekranas KESDM Lana Sariah hingga Ketua Dekranasda Balikpapan Nurlena Rahmad Mas'ud.

Dalam sambutannya, Sri Suparni Bahlil menjelaskan bahwa pelatihan Kriya bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang Kaltim ini merupakan roadshow HUT Dekranas ke-45 yang puncaknya akan digelar di Balikpapan pada awal Juli mendatang.

Ia menyebut pelatihan kriya ini merupakan sinergi dan kolaborasi membangun negeri yang diselenggarakan oleh Dekranas Bidang Wirausaha Baru dan Kementerian ESDM serta didukung oleh para Badan Usaha sektor pertambangan melalui program pemberdayaan masyarakat.

"Untuk itu kegiatan ini diharapkan memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan kepada masyarakat dan UMKM di sekitar wilayah tambang, dalam upaya memanfaatkan kekayaan alam untuk peningkatan kesejahteraan mereka," harapnya.

Sri Suparni mengungkapkan bahwa begitu banyak potensi kerajinan asal Kaltim yang dapat dikembangkan, seperti yang difokuskan dalam pelatihan ini mulai dari batik khas Kalimantan, manik-manik, ulap sarut, ulap doyo serta olahan kayu non furniture.

"Kami mengharapkan agar Dekranas dan peran aktif Dekranasda Kaltim dapat meneruskan program ini secara berkelanjutan, melalui kegiatan pembinaan dan pemberdayaan agar terus tumbuh para perajin dan wirausaha baru yang tentunya dapat berkontribusi terhadap kemajuan bangsa pada upaya peningkatan kapasitas SDM menuju Indonesia Emas 2045," bebernya.

Sementara itu, Tri Suswati Tito Karnavian mengungkapkan bahwa hasil karya para perajin begitu menarik, dan diharapkan dapat menggaet konsumen bukan hanya nasional tetapi juga internasional.

"Kami ingin karya para perajin ini nantinya bisa semakin dikenal luas, untuk itu pelatihan ini begitu sangat penting bagi mereka, agar dapat terus meningkatkan kemampuan menghasilkan inovasi lebih menarik,” harapnya.

Selain diisi dengan seminar umum serta coaching clinic strategi pemasaran kerajinan, dalam kegiatan itu juga dipamerkan beragam hasil kerajinan para perajin binaan perusahaan sektor batubara, salah satunya adalah binaan Bayan Group yang memamerkan beragam kerajinan manik-manik hasil karya ibu-ibu pedalaman serta olahan anyaman rotan dan batik hasil karya penyandang Disabilitas. Hasil kerajinan ini pun akan menjadi suvenir utama pada puncak perayaan HUT Dekranas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Ketua Dekranasda Balikpapan Ibu Lena untuk menggunakan produk hasil binaan Bayan Group sebagai souvenir untuk menyambut kedatangan seluruh tamu dari pusat,” tambah Tri Suswati.

Di sisi laim, HSE-Community Development (CD) Bayan Group, Dian Fiana menyambut baik rencana tersebut. Pihaknya katanya akan terus mendampingi para perajin untuk menghasilkan kerajinan terbaik khususnya di event tersebut.

“Dengan adanya rencana ini tentu semakin membuka peluang bagi binaan kami untuk dikenal luas" ungkap Dian Fiana.

Dian menjelaskan bahwa Bayan Group melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) telah memiliki beberapa UMKM binaan yang tersebar di beberapa daerah seperti di Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Balikpapan serta Kalimantan Selatan.

“Dalam kategori kelompok manik manik dan lampit, kami membina para perajin manik-manik. Walau begitu kami juga memiliki spesifik program PPM berupa program binaan terhadap penyandang disabilitas, salah satunya melatih mereka untuk memiliki keterampilan dalam membatik hingga anyaman rotan,” jelasnya.

Dengan pembinaan dari Bayan Group, Dian berharap para perajin khususnya kelompok wanita dan penyandang disabilitas dapat meningkatkan pendapatan ekonomi mereka. “Pendampingan untuk disabilitas telah berjalan sejak tahun 2022. Dari program yang telah dijalankan, kami juga ingin mengatasi permasalahan isu gender, dimana Bayan Group ingin kelompok wanita bisa turut berkontribusi membantu mendapatkan penghasilan tambahan untuk keluarganya dari hasil keterampilan dan keahlian,” terangnya.

Sementara itu, pelatih perajin binaan Bayan Group sekaligus pengusaha manik manik Kaltim, Kartini Magdalena menerangkan, dukungan dari Bayan Group sangat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di pedalaman khususnya kelompok perajin wanita.

"Dengan pembinaan ini para ibu-ibu dapat menghasilkan beragam kerajinan lokal yang dapat diminati, bukan hanya wisatawan luar daerah tetapi juga luar negeri seperti Cina dan negara tetangga,” terangnya.

Keikutsertaan dirinya dalam seminar dan pelatihan ini tentu sangat membantu dalam mengembangkan hasil kerajinannya ke depan. Dirinya bersama ibu-ibu di daerah pedalaman Kecamatan Bengalon Kutai Timur telah menghasilkan beragam kerajinan manik manik, mulai dari topi, aksesoris hingga baju Dayak.  "Selain mengikuti pelatihan kami juga memamerkan hasil karya para perajin. Produk yang kami hadirkan ini merupakan produk baru yang langsung dipasarkan saat pameran. Tidak disangka begitu diminati ibu-ibu Dekranas. Bahkan rencananya digunakan untuk puncak HUT Dekranas yang akan digelar di Balikpapan” ungkapnya. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
#Pelatihan dan Pameran Kriya Etnik #Dekranas 2025 #Bayan Group #Sri Suparni Bahlil