Pemkot Samarinda melalui Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, membuka secara resmi turnamen basket Wali Kota Kota Cup 2025, Rabu (24/4) malam.
SAMARINDA–Kejuaraan kerja sama antara Disporapar dan Pengurus Kota Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Samarinda berlangsung di GOR Segiri Samarinda.
Ketua Panitia Wali Kota Cup 2025 Deden Istian Nugraha menjelaskan, turnamen itu diadakan untuk kembali menggairahkan kompetisi antarklub di Samarinda yang sudah lama vakum.
“Tujuannya kami juga ada membawa di umur kelahiran 2006 supaya ada pembinaan juga sejak sekarang. Jadi umur-umur yang 2006 targetnya pembinaan untuk jenjang Pekan Olahraga Nasional (PON), karena itu kami kasih atmosfer yang berbeda di tingkat umum, jadi bermain dengan yang lebih senior, mereka punya lebih banyak pengalaman,” ungkapnya.
Sebanyak 14 tim berpartisipasi dalam turnamen tersebut, dengan rincian 10 tim putra dan 4 tim putri. Sistem kompetisi untuk putra menggunakan format grup, di mana juara grup akan melaju ke semifinal.
Sementara tim putri akan bertanding dengan sistem saling bertemu, dengan penentuan juara berdasarkan poin tertinggi. Total akan ada 24 pertandingan, dan babak final akan digelar pada Minggu (27/4) mendatang di GOR Segiri.
Deden menyampaikan informasi mengenai tiket masuk bagi penonton yang ingin menyaksikan pertandingan. “Cukup dengan bayar perdana Rp 20 ribu, kami persilakan nonton free setiap laga-laga selanjutnya selama 24 pertandingan,” sambungnya.
Sementara itu, Muslimin mengapresiasi atas penyelenggaraan turnamen tersebut. Dia menyatakan bahwa ajang itu bukan hanya sebagai wadah untuk menjaring bibit unggul dalam bidang olahraga, khususnya bola basket, juga sebagai wujud nyata dari semangat sportivitas dan persatuan di masyarakat Samarinda.
“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, saya sangat mengapresiasi dan bangga dengan diselenggarakan turnamen tersebut. Ajang itu bukan hanya sebagai sarana untuk mencari bibit-bibit unggul di bidang olahraga terutama bola basket, tetapi juga sebagai wujud nyata dari semangat sportivitas dan persatuan di kalangan masyarakat Samarinda,” tuturnya.
Ia berpesan kepada seluruh peserta agar selalu menekankan pentingnya sportivitas dalam setiap pertandingan. Menurutnya, menang atau kalah adalah bagian dari kompetisi, yang paling utama adalah bermain dengan jujur, menghormati lawan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai fair play. “Saya yakin, dengan sportivitas yang tinggi, akan mendapatkan hasil yang lebih berarti dan dapat menjadi teladan bagi generasi muda,” imbuhnya.
Total hadiah yang disediakan panitia sebesar Rp 50 juta. “Selain itu ada tambahan hadiah dari saya masing-masing untuk top skor putra dan putri senilai Rp 1,5 juta,” tutupnya.
Editor : Dwi Restu A