Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pelaku Usaha Tumbuh, Pendanaan Perbankan Ikut Mengalir

Ajie Chandra • Kamis, 22 Mei 2025 | 18:17 WIB

Photo
Photo
EDUKATIF: Acara bertajuk How to Stand Out in the F&B Game: Memperkuat Brand dan Marketing Fundamental digelar sebagai wadah edukatif dan inspiratif bagi para pengusaha, khususnya di sektor Food and Beverage (F&B) di Max One Hotel Balikpapan, Rabu (21/5).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Pertumbuhan pelaku usaha yang makin adaptif terhadap perubahan pasar mulai membuahkan hasil positif terhadap geliat ekonomi lokal. Salah satu indikator utamanya terlihat dari perkembangan kredit perbankan di Balikpapan yang kembali menunjukkan tren pertumbuhan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa pada Maret 2025, kredit perbankan berdasarkan lokasi bank di Balikpapan tumbuh sebesar 3,15% (yoy). Angka ini jauh membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang masih mengalami kontraksi sebesar -2,73%.

“Peningkatan ini terutama didorong oleh kredit konsumsi yang melonjak 13,28% (yoy),” ujar Robi. “Sementara itu, kredit modal kerja juga mulai menunjukkan pemulihan, hanya turun 4,30% dibandingkan Februari yang turun drastis hingga 19,79%,” katanya.

Dari sisi sektoral, kredit di Balikpapan masih didominasi oleh sektor perdagangan dengan pangsa 15,71%, disusul sektor pertanian sebesar 11,79%. Ini menandakan bahwa aktivitas bisnis, terutama dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kembali menggeliat dan berperan besar dalam mendongkrak permintaan kredit.

Geliat pelaku usaha ini tak lepas dari berbagai inisiatif untuk meningkatkan kapabilitas bisnis di era digital. Salah satunya melalui acara bertajuk "How to Stand Out in the F&B Game: Memperkuat Brand dan Marketing Fundamental", yang digelar sebagai wadah edukatif dan inspiratif bagi para pengusaha, khususnya di sektor Food and Beverage (F&B).

Founder & CEO Fudgybro, Rayendra Abiyasa, hadir sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun Unique Selling Point (USP) yang kuat agar brand bisa tampil beda di tengah ketatnya persaingan.

“Pemasaran bukan hanya soal menjual, tapi membangun cerita dan koneksi dengan konsumen. Brand yang sukses adalah yang mampu konsisten menghadirkan nilai,” kata Rayendra, Rabu (21/5) dalam kegiatan NGOBIZ, di Max One Hotel Balikpapan.

Ia juga menyoroti pentingnya value proposition dan manajemen sumber daya sebagai pondasi bisnis yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, CIMB Niaga memperkenalkan berbagai solusi perbankan untuk mendukung pelaku usaha, di antaranya OCTO Merchant dan Rekening Giro Usaha.

Branch Area Head Kalimantan Region Area VI CIMB Niaga, Heny Susetyorini, menjelaskan bahwa OCTO Merchant memudahkan pelaku usaha dalam mengelola transaksi secara digital, membuat kode QRIS, menerima pembayaran langsung ke rekening, dan mengakses laporan keuangan secara real-time.

“Digitalisasi adalah kunci. Dengan solusi seperti OCTO Merchant dan dukungan platform digital lain seperti OCTO Mobile dan BizChannel@CIMB, kami ingin membantu UMKM lebih efisien dan tangguh menghadapi tantangan ekonomi,” ujar Heny.

Melalui program NGOBIZ, CIMB Niaga tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membangun komunitas pengusaha untuk saling belajar dan tumbuh bersama. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat ekosistem bisnis lokal sekaligus membuka peluang menuju pasar nasional dan global. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Kredit Perbankan Tumbuh #Robi Ariadi #BI Kaltim