KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Tiga tahun berlalu sejak tragedi gempa Cianjur memorak–porandakan bangunan hingga melumpuhkan ekonomi daerah tersebut. Gempa yang terjadi 21 November 2022 tentunya menimbulkan berbagai kendala terdalam bagi warga setempat. Salah satunya yakni dalam mendapatkan air bersih yang layak bagi warga setempat.
Untuk itu, PT Insani Baraperkasa (IBP) hadir membantu dengan menghadirkan dua sumur bor air bersih pertama kalinya bahkan pelopor di wilayah bencana tersebut melalui ESDM Siaga Bencana Cianjur. Adapun pembangunan dua sumur bor bantuan dari Insani tersebut terletak di dua titik.
Pertama, di halaman kantor Kecamatan Cugenang posko penanggulangan bencana gempa bumi, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Kedua, di lokasi pengungsian Kampung Warung Seseupan RT 01/RW 08, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
Sekretaris Jenderal Mineral dan Batubara – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM RI Siti Sumilah Rita Susilawati turut membenarkan bantuan pembangunan sumur bor bencana yang dilakukan berbagai perusahaan. Salah satunya PT IBP.
“Untuk itu kita apresiasi kepada Insani atas kepedulian seluruh perusahaan yang membantu gempa dulu. Sehingga pemulihan gempa Cianjur sangat cepat. Mudah mudahan apabila terjadi kejadian seperti itu perusahaan sudah berpengalaman dan siap membantu kembali sesuai kemampuan masing-masing,” ucap Rita, Jumat (13/6).
Langkah itu juga diapresiasi oleh Presiden RI pada saat itu, yakni Joko Widodo. Beliau mengapresiasi Kementrian ESDM dan perusahaan yang terlibat dalam pembuatan sumur bor secara langsung. “Harapannya perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari kegiatan pertambangan lewat PPM segera cepat tanggap membantu warga yang kesusahan, salah satunya yang dilakukan Insani. Untuk itu, maju terus bagi Insani agar keberadaannya bermanfaat bagi warga dan bangsa,” tuturnya.
Tinjauan lapangan ke lokasi pemboran dua sumur bor tanggap darurat PT IBP, 23-24 Desember 2022, dan serah terima bantuan kemanusiaan dilakukan langsung oleh Direktur sekaligus Kepala Teknik Tambang PT IBP Dr Ir Agus Wiramsya Oscar ST MT CPI IPU, bersama Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Badan Geologi, Kementerian ESDM, didampingi aparat Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
Hadir juga Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat dan Kepala Seksi Pemerintahan dan Pemberdayaaan Masyarakat serta Staff Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Oscar menyampaikan, implementasi pendekatan selain metode Participatory Rural Appraisal (PRA) juga dilakukan pendekatan pembangunan masyarakat yang berbasis penghidupan yang berkelanjutan/lestari atau yang lebih dikenal dengan sustainable livelihood approach (SLA). Program tersebut merupakan pendekatan kehidupan masyarakat secara berkesinambungan.
"Melalui pendekatan sustainable livelihood, peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak semata-mata dilihat dari aspek peningkatan pendapatan atau finansial. Namun, peningkatan di dalam aspek sosial, manusia, fisik (infrastruktur) dan alam (natural/lingkungan). Tidak membalik telapak tangan begitu saja, perlu kesungguhan, komitmen penuh atas program kerja yang telah disetujui dalam RKAB dan dukungan serta pengawasan dari pemerintah tentunya. Insani untuk negeri,” beber Oscar.
Editor : Rendy Fauzan