Usia Ke-34, STMIK WICIDA Terus Bertumbuh dan Berkarya, Akreditasi “Baik Sekali” Jadi Kado Istimewa Dies Natalis STMIK WICIDA

Iklan • Dipublikasikan Kamis, 19 Juni 2025 | 12:46 WIB

SELAMAT: Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Widya Cipta Dharma (WICIDA) memasuki usia ke-34 tahun.
SELAMAT: Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Widya Cipta Dharma (WICIDA) memasuki usia ke-34 tahun.
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Perjalanan panjang Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Widya Cipta Dharma (WICIDA) memasuki usia ke-34 tahun.

Di usia yang tak lagi muda ini, kampus yang dikenal sebagai pelopor pendidikan teknologi di Kaltim itu kian mantap melangkah, mencatatkan capaian gemilang.

Ketua STMIK WICIDA, Tommy Bustomi, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan tiga dekade lebih kampus yang ia pimpin.

Ia menegaskan, usia 34 tahun adalah tonggak kematangan, sekaligus cermin ketekunan dan konsistensi seluruh elemen kampus dalam menjaga mutu pendidikan.

“Dies Natalis ke-34 ini bukan hanya sekedar perayaan, melainkan momen reflektif. STMIK WICIDA telah melewati berbagai tantangan dan dinamika. Alhamdulillah, kita bisa kembali membuktikan komitmen dengan meraih akreditasi ‘B’ atau ‘Baik Sekali’,” ungkap Tommy dalam sambutannya digelaran syukuran, Rabu (18/6).

Capaian akreditasi tersebut menjadi kado spesial sekaligus bukti nyata bahwa kerja keras civitas akademika tak sia-sia.

Terlebih, di tengah kompetisi antar perguruan tinggi yang semakin ketat, STMIK WICIDA masih dipercaya masyarakat sebagai tempat terbaik menimba ilmu di bidang teknologi informasi.

“Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Ini menjadi pemantik semangat bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik. Apalagi, tren minat masyarakat terhadap kampus ini terus meningkat setiap tahunnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Tommy mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menjunjung visi besar kampus: Menjadi Kampus Cerdas, Teladan, dan Bermartabat dalam Melaksanakan Tridharma untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa Berbasis Iman, Taqwa, dan Ilmu Pengetahuan Teknologi.

Ia menjabarkan bahwa “Kampus Cerdas” berarti STMIK WICIDA harus adaptif terhadap kemajuan zaman, melahirkan lulusan yang inovatif, serta mampu menjawab tantangan era digital.

“Teladan” bermakna menjunjung tinggi integritas, etos kerja, dan pengabdian. Sementara “Bermartabat” menegaskan pentingnya menjunjung nilai-nilai luhur dalam setiap kebijakan dan langkah kampus.

“Semua itu hanya bisa kita capai jika berlandaskan pada Iman dan Taqwa, yang menjadi fondasi utama,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Tommy mengajak seluruh jajaran, dari pimpinan hingga tenaga pendidik dan kependidikan, untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkarya nyata.

“Mari kita jadikan WICIDA sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga berdampak luas bagi masyarakat melalui Tridharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Terus melangkah, terus bertumbuh, demi WICIDA yang lebih gemilang,” tukasnya. (*)

Editor : Almasrifah
Dies Natalis STMIK WICIDA samarinda Widya Cipta Dharma