Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tingkatkan Pemahaman Pentingnya Jaminan Kesehatan, Ghufron Mukti Resmikan Gema Kompas JKN

Akbar Sopianto • Jumat, 25 Juli 2025 | 19:13 WIB
KEGIATAN: Dirut BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti (duduk, empat kiri) membuka Gema Kompas JKN di Jalan Sentosa, Samarinda, Jumat (25/7).
KEGIATAN: Dirut BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti (duduk, empat kiri) membuka Gema Kompas JKN di Jalan Sentosa, Samarinda, Jumat (25/7).

SAMARINDA - Di tengah tantangan literasi dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya jaminan kesehatan, BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam menyampaikan edukasi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Banyak warga yang belum sepenuhnya menyadari tentang pentingnya, manfaat, hak dan kewajiban terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga diperlukan pendekatan yang lebih efektif dan komunikatif.

Menjawab kondisi tersebut, BPJS Kesehatan meluncurkan dua inisiatif strategis melalui Komunitas Paham Sistem (Kompas) JKN dan Gerakan Relawan Daerah (Garda) JKN.

Kompas JKN merupakan wadah yang dibentuk di berbagai daerah untuk meningkatkan pemahaman peserta dan memudahkan peserta dalam mendapatkan informasi terkait program JKN.

Komunitas ini melakukan kegiatan rutin untuk mendorong anggotanya agar terus memperdalam pemahaman tentang Program JKN secara berkelanjutan. Setelah mulai diimplementasikan pada tahun 2024, sampai saat ini terdapat 99 Kompas JKN yang aktif di berbagai wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

WAWANCARA: Ghufron Mukti saat wawancara dengan awak media di Samarinda.
WAWANCARA: Ghufron Mukti saat wawancara dengan awak media di Samarinda.
 

Kompas JKN terdiri dari berbagai komunitas berdampak di daerah masing-masing, mulai dari komunitas penyandang disabilitas, komunitas penyandang penyakit tertentu, kelompok pemberdayaan masyarakat, hingga komunitas berbasis hobi.

”Kegiatan dari Kompas JKN diharapkan memperkuat implementasi program JKN di lapangan serta memberikan insight bagi peserta JKN yang masih belum paham maupun berbagai informasi terbaru terkait Program JKN,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti saat membuka Gema Kompas JKN di Kota Samarinda, Kaltim, Jumat (25/7).

Sementara itu, Garda JKN menjadi relawan yang terlatih untuk mendampingi masyarakat secara langsung dan memantau pelaksanaan program di lapangan.

Ini dibentuk untuk meningkatkan mutu layanan Program JKN melalui keterlibatan relawan yang sebelumnya sudah diberikan pelatihan atau training of trainers (ToT), sehingga mampu menjadi agen perubahan dan corong informasi terkait program JKN di masyarakat.

Selain berperan dalam edukasi untuk meningkatkan pemahaman, relawan juga terlibat dalam pemantauan pelaksanaan implementasi program JKN di lapangan bersama pemangku kepentingan. Dengan demikian berbagai area of improvement dapat segera ditindaklanjuti oleh BPJS Kesehatan untuk perbaikan program JKN.

Uji coba implementasi Garda JKN dilakukan selama tiga bulan di tahun 2025. Kini, jumlah relawan Garda JKN mencapai 180 orang dan akan terus bertambah seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung keberlanjutan Program JKN.

”Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk komunitas kesehatan, relawan, dan instansi pemerintah daerah. Diharapkan, melalui Gema Kompas JKN, masyarakat semakin memahami hak dan kewajiban sebagai peserta JKN, serta merasakan manfaat layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara,” tambah Guhfron.

Dalam kegiatan Gema Kompas JKN di Samarinda, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kaltim, Rony Setiawati menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPJS Kesehatan dalam memperkuat edukasi JKN melalui Kompas dan Garda JKN.

Ia menekankan pentingnya membangun pemahaman yang kokoh di masyarakat mengenai manfaat JKN dan peran BPJS Kesehatan, bukan hanya sebagai penerima layanan, tetapi juga sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini dan mendorong agar kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah terus diperkuat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen menjaga keberlangsungan kepesertaan aktif JKN, dengan target minimal 86 persen.

Bahkan, anggaran daerah untuk mendukung Program JKN telah ditingkatkan. Harapan kami, anggaran ini tidak hanya digunakan untuk mereka yang sakit, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu anggota Kompas JKN, Anni Juwairiyah yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Penyandang Disabilitas Provinsi Kaltim, menyampaikan bahwa keterlibatan komunitas dalam program ini memberikan dampak nyata.

”Kompas JKN menjadi wadah yang tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga mendekatkan Program JKN dengan kebutuhan spesifik masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas,” kata Anni Juwairiyah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Kaltim, Ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Samarinda, Ketua Yayasan Kanker Indonesia Samarinda dan Ketua Yayasan Support Kanker Indonesia Samarinda. (pms/as/kri)

Editor : Sukri Sikki
#Kota Samarinda #kompas #Ghufron Mukti #GeMA #jkn #bpjs kesehatan