Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Wangi yang Berdaya, Desa yang Mandiri: Dosen Unmul Tingkatkan Kapasitas Masyarakat Lewat Diversifikasi Produk Serai Wangi Berbasis Ekonomi Sirkular

Iklan • Minggu, 3 Agustus 2025 | 21:10 WIB
MENGEDUKASI: Tim dosen Unmul melaksanakan kegiatan pengabdian PKM berupa sosialisai program, pelatihan teknik penyulingan serai wangi, dan pelatihan pembuatan produk turunan dari minyak serai wangi.
MENGEDUKASI: Tim dosen Unmul melaksanakan kegiatan pengabdian PKM berupa sosialisai program, pelatihan teknik penyulingan serai wangi, dan pelatihan pembuatan produk turunan dari minyak serai wangi.

KALTIMPOST.ID, Tim dosen dari Universitas Mulawarman (Unmul) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berupa sosialisasi program, pelatihan teknik penyulingan serai wangi, dan pelatihan pembuatan produk turunan dari minyak serai wangi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah BIMA (Basis Informasi Manajemen Akuntabilitas) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi – Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Kemdiktisaintek) 2025 yang bermitra dengan Kelompok Tani Serai Wangi.

Kegiatan ini berjudul Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Diversifikasi Produk Berbahan Serai Wangi untuk Mendukung Kemandirian Pangan dengan Konsep Ekonomi Sirkular di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda.

Tim dosen pelaksana terdiri dari Fitria Dewi Kusuma, Agmi Sinta Putri dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Unmul, serta Ismi Arsilah Rahmawati dari Program Studi Pembangunan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul.

Meski judul program PKM ini menyebutkan spesifik lokasi pelaksanaan di Kelurahan Makroman, tapi pelaksanaan kegiatan ini melibatkan dua desa/kelurahan, yakni Kelurahan Makroman Kecamatan Sambutan Kota Samarinda dan Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara.

Hal ini karena serai wangi telah dibudidayakan masyarakat dari desa/kelurahan tersebut sejak 2017 yang digagas oleh Kelompok Tani Serai Wangi.

Selain itu, kegiatan ini melibatkan mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Unmul yang akan direkognisi sebagai kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 2 Agustus ini dihadiri Lurah Makroman yang diwakili Kasi Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kepala Desa Sidomulyo, PKK Kelurahan Makroman, PKK Desa Sidomulyo, Kelompok Tani Serai Wangi, perwakilan RT dari Kelurahan Makroman dan Desa Sidomulyo, serta mahasiswa KKN Tematik.

DEKAT BERMASYARAKAT: Tim dosen Unmul bersama mahasiswa serta warga ikut membersamai kegiatan sosialisasi program pelatihan.
DEKAT BERMASYARAKAT: Tim dosen Unmul bersama mahasiswa serta warga ikut membersamai kegiatan sosialisasi program pelatihan.

Antusiasme peserta menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap upaya pemberdayaan dan pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Peserta yang hadir diberikan sosialisasi mengenai rangkaian kegiatan dari program PKM, pelatihan mengenai teknik penyulingan serai wangi, dan pembuatan produk turunan seperti sabun cair, sabun padat, dan minyak angin aromaterapi berbasis minyak serai wangi.

Sosialisasi program disampaikan Fitria Dewi Kusuma selaku Ketua Tim Pelaksana.

Materi penyulingan disampaikan Prof Dr Harlinda Kuspradini Dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Universitas Mulawarman.

Adapun materi pembuatan produk turunan disampaikan Agmi Sinta Putri.

Dalam sambutannya, perwakilan dari Kelurahan Makroman menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting bagi masyarakat di tingkat kelurahan dan desa.

“Kami menyambut baik program PKM ini. Serai wangi adalah potensi yang selama ini belum banyak dimanfaatkan. Harapannya kegiatan ini dapat memberi manfaat langsung dan jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Sujiah, Kasi Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat, perwakilan Kelurahan Makroman.

Sementara itu, Kepala Desa Sidomulyo Agus Hariyanto dalam sambutannya yang membuka kegiatan pelatihan, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari dunia akademik.

“Kami merasa bangga bisa menjadi lokasi kegiatan pengabdian ini. Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya belajar menyuling, tetapi juga mengembangkan usaha dan kemandirian ekonomi. Kami berharap ini bisa berkelanjutan,” ungkapnya.

Program ini juga mengenalkan konsep ekonomi sirkular, yaitu strategi pembangunan berkelanjutan yang memaksimalkan pemanfaatan sumber daya, mengurangi limbah, dan mengubah limbah menjadi sumber daya baru yang bernilai guna.

Dalam testimoni singkatnya, Ketua Kelompok Tani Serai Wangi Listiorini menyampaikan rasa syukur dan semangat usai ikut pelatihan ini.

“Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Selama ini kami hanya menanam tanpa tahu cara pengolahannya dan alat yang kami miliki tidak dapat kami gunakan, tapi sekarang kami tahu cara menyuling dan membuat produk turunan. Ini membuka peluang usaha baru bagi kelompok tani,” tutur Listiorini.

Sebagai informasi, tindak lanjut dari program ini, tim dosen akan melaksanakan kegiatan instalasi alat penyulingan, pembuatan rumah jamur, dan pelatihan pembuatan media jamur tiram dari limbah padat penyulingan serai wangi.

Kegiatan lanjutan ini dirancang untuk memperkuat keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah dan sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mendorong kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat.

Dengan sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah setempat, program pengabdian ini diharapkan jadi model kolaboratif pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.

Editor : Hernawati
#pelatihan #UNMUL #PKM #Serai Wangi #Universitas Mulawarman #Pengabdian kepada masyarakat