Dalam sidak yang menyasar gudang distributor serta beberapa pusat ritel seperti Yova Supermarket, gudang distributor UD Gunung Sari serta Toko Aulia Sepinggan, Rahmad Mas’ud bersama Wakil Walikota Bagus Susetyo serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memastikan bahwa ketersediaan beras di Balikpapan aman dan mencukupi.
“Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa keterbatasan stok beras juga terjadi di Balikpapan. Memang benar adanya, tetapi saat kita telusuri itu jenis premium. Sementara untuk jenis medium masih banyak beredar di pasar retail dan termasuk pasar tradisional,” jelasnya saat ditemui awak media.
Ia menuturkan dalam koordinasi dengan Perum Bulog, stok ketersediaan di gudang mencapai 8.000 ton beras. “Stok kita masih cukup. Kemarin kami telah koordinasi dengan Bulog bahwa stok di gudang ada 8.000. Sementara saat kita ke Yova stok tersedia 3,6 ton, dan di gudang distributor UD Gunung Sari ada 75 ton,” ujarnya.
Ia menyebut, keterbatasan stok beras yang masuk di beberapa kota di Indonesia termasuk Balikpapan, dipengaruhi oleh faktor panen dan indikasi temuan beras campuran yang memengaruhi distribusi.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap bijak menyikapi isu-isu yang beredar terkait kelangkaan bahan pokok tersebut. “Pemerintah Kota bersama Dinas Perdagangan mengimbau masyarakat untuk jangan panic buying. Tidak perlu resah, apalagi ketakutan terhadap kelangkaan beras. Insyaallah itu akan teratasi dan ketersediaan beras akan ada,” terangnya.
Pemkot Balikpapan memastikan akan terus berkoordinasi dengan Bulog, distributor serta pihak terkait lainnya agar distribusi berjalan lancar. Masyarakat juga diminta untuk membeli beras secukupnya sesuai kebutuhan, demi menjaga kestabilan pasokan di pasaran.
Terkait distributor yang menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Rahmad menegaskan bahwa pemerintah telah menurunkan tim untuk mengawasi distribusi dan harga beras di pasaran. “Tentu bila ada distributor yang diduga menjual beras melebihi HET akan dilakukan penindakan. Kita kan punya Satgas Ketahanan Pangan dan kemudian pengendalian harga jangan sampai ditengah situasi seperti ini merugikan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur PT Yova Maju Sentosa Balikpapan Jeffry Yova Cahyali menjelaskan bahwa kekosongan beras sempat terjadi di Yova, namun hanya terjadi beberapa hari.
“Memang stok sempat kosong ada sekitar 3 atau 4 hari, dan saat ini stoknya sudah tersedia 3,6 ton, diperkirakan ini bisa untuk stok lebih dari seminggu,” jelasnya.
Untuk memastikan pendistribusian beras merata, Jeffry menuturkan bahwa setiap pembelian beras akan dibatasi. “Untuk pembelian kita batasi, agar pembagiannya merata. Saat ini untuk ketersediaan selanjutnya masih menunggu pengiriman ke Balikpapan,” terangnya.
Selain itu pemilik gudang distributor UD Gunung Sari, Yudi Hartanto juga turut membeberkan bahwa saat ini ketersediaan beras di gudang miliknya dipastikan aman, di mana ada 75 ton beras. Pihaknya pun akan membagi pendistribusian menjadi dua yakni untuk kuota pengantaran dan penjualan di tempat.
“Jadi yang penting jangan panic buying, kalau tidak berapa pun stoknya pasti habis. Kita usahakan sama kawan-kawan distributor semua stok Balikpapan aman,” ujarnya.
Ia menyebut, untuk mengantisipasi pembelian berlebih, pihaknya juga akan melakukan pembatasan pembelian. “Untuk yang 25 kilo kita batasi 1 sak, dan yang 5 kilo 3. Kita batasi karena dari pagi tadi sudah panic buying. Yang biasanya stok 25 ton bisa untuk setengah bulan, tapi sekarang bisa dalam hitungan jam karena itu masyarakat panic buying,” sebutnya.
Ia menambahkan, untuk stok 75 ton, diperkirakan dapat memenuhi stok selama 2 hingga 3 minggu lebih. “Untuk harga kita ada 1 sak yang 25 kg di harga Rp 395.000 dan yang 5 kilo Rp 81.000 jenis beras premium,” pungkasnya. (mra/ms)
Editor : Ismet Rifani