KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Sebuah terobosan baru kembali dihadirkan Yayasan Airlangga bersama Universitas Mulia. Kali ini dengan menggandeng ketua RT, program yang diberi nama Kuliah Kelas Eksekutif Khusus RT se-Kota Balikpapan itu resmi di launching pada Minggu (31/8).
Direktur Eksekutif Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Airlangga, Agung Sakti Pribadi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar temu warga, tetapi menjadi tonggak bersejarah dengan diluncurkannya Program Kuliah Kelas Eksekutif Khusus RT se-Kota Balikpapan.
“Program ini lahir dari kesadaran bahwa Ketua RT memiliki peran vital dalam pelayanan masyarakat dan pembangunan daerah. Karena itu, kapasitas mereka perlu ditingkatkan melalui jalur pendidikan formal,” ungkap Agung.
Ia menuturkan program ini penting bukan hanya bagi individu ketua RT, tetapi juga bagi masyarakat luas. “Dengan wawasan dan kompetensi akademik, para ketua RT akan lebih siap mengelola lingkungan, menyelesaikan masalah warga, dan memberikan pelayanan yang lebih berkualitas,” jelasnya.
Menurut Agung, peluncuran program ini sejalan dengan arah pembangunan Kota Balikpapan menuju kota modern dan berdaya saing. “Ketua RT adalah garda terdepan. Jika kapasitas mereka meningkat, maka pembangunan di tingkat mikro akan lebih efektif mendukung kebijakan pemerintah kota,” tegasnya.
Dari sisi perguruan tinggi, lanjutnya, nilai strategis program ini sangat jelas. “Universitas Mulia dan Yayasan Airlangga berkomitmen memperkuat peran kampus sebagai lembaga akademik sekaligus pusat pengabdian masyarakat. Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga kontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Agung menjelaskan, pada tahap awal, program ini akan diikuti oleh 30 Ketua RT. Biaya kuliah mendapat subsidi 75 persen dari Yayasan Airlangga, sehingga peserta dapat menjangkaunya tanpa hambatan finansial berarti. “Kami ingin memberi akses yang luas, agar mereka dapat benar-benar memanfaatkan kesempatan ini,” jelasnya.
Ia juga menanggapi pandangan bahwa pengalaman praktis sudah cukup bagi ketua RT. “Pendidikan formal maupun pengalaman lapangan sama-sama penting. Pendidikan formal akan menambah wawasan, memperkuat kapasitas, dan memberi bekal konseptual yang dapat dipraktikkan dalam pelayanan masyarakat,” ucapnya.
Meski demikian, ia tak menutup mata terhadap tantangan. “Tantangan terbesar adalah memastikan para ketua RT dapat mengikuti program ini dengan konsisten hingga tuntas, dan benar-benar mengaplikasikan ilmunya dalam mengelola masyarakat,” katanya.
Agung pun berharap para ketua RT dapat memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. “Jadilah agen perubahan sosial di lingkungan masing-masing. Masyarakat menaruh harapan besar pada kepemimpinan Anda,” pesannya.
Diketahui, dalam kegiatan itu hadir Dekan Fakultas Hukum Universitas Mulia Budiarsih, Kaprodi Manajemen, Pudjiati, Pimpinan Yayasan Airlangga, M. Nurfalah Setiawan, serta para Ketua RT se- Balikpapan. Prosesi launching program ditandai dengan penyematan jaket almamater Universitas Mulia kepada perwakilan ketua RT mahasiswa baru Program Studi Manajemen dan ditutup dengan ramah tamah.
Melalui program ini, Yayasan Airlangga dan Universitas Mulia berharap dapat menjadi simbol harapan baru, lahirnya pemimpin lokal yang lebih siap, lebih berwawasan, dan lebih berdaya untuk Balikpapan. (*)
Editor : Ismet Rifani