KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Aksi perampokan bersenjata menimpa salah satu AgenBRILink, Lumintu Cell, di Jalan Yos Sudarso 2, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), Jumat (5/9) lalu. Kejadian itu menimbulkan keprihatinan dari keluarga besar Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Pemimpin Cabang BRI Sangatta, Mochammad Fajar Kurnia Addy turut prihatin atas kejadian itu. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus mendukung langkah aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“BRI berkomitmen penuh terhadap keselamatan dan keamanan nasabah dalam setiap aktivitas perbankan. Kami mendukung upaya pihak kepolisian dalam memberantas kejahatan, termasuk memburu pelaku kejahatan yang menimpa mitra AgenBRILink di Sangatta, sesuai proses hukum yang berlaku,” tutur ia.
Seperti diwartakan sebelumnya, seorang saksi mata, Teguh, mengungkapkan kronologi perampokan dilakukan oleh empat orang yang membawa senjata tajam (sajam) dan berupaya merampok uang di BRILink. “Tahunya mbak yang jaga ini teriak, baru kami tahu. Sempat berkelahi sama orang-orang sini, tapi lolos semua karena ketutupan mobil susah mau ngejar,” ujarnya.
Dalam insiden tersebut, penjaga BRILink mengalami luka di kepala akibat sempat dicekik dan diseret beberapa meter oleh pelaku. Barang bukti berupa sebilah parang yang terjatuh di lokasi berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Saat ini, aparat masih menyelidiki dan mengejar para pelaku yang melarikan diri dengan dua sepeda motor.
Fajar menambahkan, BRI akan terus memastikan keamanan layanan baik di kantor cabang maupun jaringan e-channel. Ia juga mengimbau nasabah dan mitra AgenBRILink selalu waspada, berhati-hati, serta segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan hal-hal mencurigakan.
“BRI akan terus memperkuat peran AgenBRILink sebagai mitra strategis dalam mendukung inklusi keuangan, sekaligus memastikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tutup ia.
Editor : Rendy Fauzan