KALTIMPOST.ID, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Mulawarman (Unmul) melakukan kegiatan monitoring pembelajaran berbasis Generative Artificial Intelligence (Gen AI) pada Senin (22/9) lalu di Sekolah Luar Biasa (SLBN) Pembina Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan monitoring ini adalah tindak lanjut dari pelatihan AI yang telah dilaksanakan pada 30 Juni–1 Juli 2025.
PKM BIMA dengan skema pemberdayaan kemitraan masyarakat ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek tahun 2025.
Monitoring ini bertujuan untuk melihat implementasi bahan ajar yang telah dibuat oleh guru di dalam kelas.
Dalam kegiatan monitoring para siswa antusias dengan materi yang disampaikan karena menggunakan visual yang lebih menarik dan variatif.
Hasil pelatihan menghasilkan beragam materi ajar dengan format audio visual, visual hingga games sederhana yang siap digunakan untuk pembelajaran di kelas.
Menurut Edi, salah satu guru yang dijumpai usai monitoring mengatakan, penggunaan teknologi seperti AI sangat membantu dan memudahkan.
“Kami sebagai guru dan siswa-siswi dalam belajar, terutama untuk jenjang SMPLB dan SMALB sudah mendapatkan kelas keterampilan, salah satunya teknologi informasi dan komunikasi,” katanya.
Selaras dengan Putri selaku guru saat ditemui usai kegiatan monitoring merasakan dampak terkait AI dalam pembelajaran.
Ia menyebut sangat terbantu dalam menggunakan teknologi seperti AI karena setiap siswa-siswi memiliki gaya belajar yang beragam.
“Seperti siswa tunarungu, autisme, tunagrahita, mereka lebih memahami ketika menggunakan contoh visual dibandingkan hanya menggunakan metode lisan atau tulisan, sehingga teknologi seperti AI sangat memberikan kemudahan bagi siswa-siswi dalam mencerna materi di kelas, salah satunya dengan menghasilkan gambar-gambar atau visual yang menarik,” beber Putri.
Monitoring ini adalah rangkaian kegiatan workshop yang mengusung tema “Generative Artificial Intelligence sebagai Media Adaptif untuk Optimalisasi Interaktif Learning.”
Sebanyak 46 guru dilatih menggunakan AI dalam mencari bahan ajar dan mendesain materi ajar dengan lebih bervariasi agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan disabilitas para siswa-siswi.
Sebelumnya, peserta telah mendapatkan materi dari kegiatan workshop, materi disampaikan oleh narasumber Rajiansyah, SKom M.Sc.
Materi terdiri dari dua sesi yakni memberikan pemahaman awal tentang Generative AI seperti chat GPT yang dapat digunakan untuk mencari konten pembelajaran. Dengan tetap melakukan verifikasi sumber ajar agar tetap memiliki kredibilitas sumber yang baik, serta disesuaikan dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.
Sesi selanjutnya, para guru dilatih menggunakan teknologi Canva dalam merancang dan menyajikan bahan ajar ke media pembelajaran yang menarik, variatif dan disesuaikan dengan perkembangan kemampuan siswa dalam bentuk visual, audio visual hingga games.
Menurut Ketua PKM, Kheyene M. Boer, monitoring bertujuan memastikan kembali bahwa materi pelatihan saat workshop benar-benar diimplementasikan dengan optimal.
“Kami juga menyertakan modul digital yang akan digunakan para guru untuk memandu mereka memanfaatkan AI secara mandiri nantinya,” ujarnya.
Kheyene juga menjelaskan tujuan rangkaian kegiatan dari worskhop hingga monitoring adalah mendorong kompetensi guru dalam menciptakan bahan ajar berbasis AI.
Selain itu, menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, sehingga mendorong keterlibatan aktif guru dan siswa di ruang kelas.
“Setiap siswa di sini memiliki keberagaman disabilitas, tentunya kondisi ini memerlukan pendekatan belajar yang tidak sama satu sama lain, sehingga penggunaan AI adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa-siswi penyandang disabilitas,” ucapnya.
Pelatihan ini sebagai upaya nyata untuk bersama-sama menciptakan kualitas pendidikan inklusi terutama untuk siswa-siswi penyandang disabilitas.
Sebab, kesetaraan pendidikan adalah hak bagi semua warga negara Indonesia. Harapanya kegiatan ini menjadi pemantik untuk kegiatan-kegiatan lainnya yang bertujuan untuk mendorong kompetensi mengajar khususnya bagi sekolah luar biasa.
Editor : Hernawati