Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Belum PKH, Belum BPNT, Tapi Bantuan Yatim Piatu Sudah Cair hingga Rp1,8 Juta per Anak

Uways Alqadrie • Senin, 13 Oktober 2025 | 18:53 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap keempat, belum cair.

Namun pemerintah mulai menyalurkan dana bagi anak-anak yatim dan piatu melalui Program Bantuan Atensi Yatim Piatu (YAPI). Nominal yang diterima bervariasi, dengan jumlah tertinggi mencapai Rp1,8 juta per penerima.

Penyaluran bantuan ini menjadi angin segar di tengah penantian panjang masyarakat atas pencairan bansos utama. 

Berdasarkan laporan sejumlah daerah, dana tersebut merupakan akumulasi dari periode Januari hingga September 2025 yang baru bisa dicairkan sekaligus pada Oktober ini. 

Banyak penerima baru menyadari bahwa saldo di rekening Bank Mandiri mereka telah terisi penuh.

Program YAPI sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial bagi anak-anak yang kehilangan orang tua. 

Bantuan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memastikan mereka tetap mendapat dukungan pendidikan dan kesehatan yang layak.

Di sisi lain, hasil audit Badan Pangan Nasional (Bapanas) terhadap Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menunjukkan adanya pergeseran signifikan di 27 daerah. 

Beberapa provinsi mengalami pengurangan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM), sementara wilayah timur Indonesia justru mencatat lonjakan cukup tinggi.

Data terbaru mencatat peningkatan penerima di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 8 persen, Papua Pegunungan 7,6 persen, dan Papua Selatan 6,7 persen. 

Pemerintah menilai tren ini sebagai bentuk pemerataan bantuan ke wilayah dengan tingkat kerentanan ekonomi dan geografis yang tinggi.

Sementara itu, hingga 13 Oktober 2025, laman resmi DTKS Kemensos masih menampilkan status “belum tersedia” untuk pencairan PKH dan BPNT tahap keempat. Sebelumnya, status BPNT sempat berubah menjadi “proses penyaluran”, namun kembali hilang tanpa keterangan resmi.

Kondisi ini menimbulkan kegelisahan di kalangan penerima yang sudah menanti sejak awal bulan. 

Sejumlah analis menilai penundaan pencairan kemungkinan terkait dengan proses pemutakhiran data pasca-audit DTKS agar penyaluran berikutnya lebih akurat.

Pemerintah juga tengah menyiapkan Bantuan Penebalan Bansos Oktober–November 2025, berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk tiap KPM. Program ini diharapkan menjadi penguat daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.

Kemensos mengingatkan masyarakat untuk hanya mengecek status bansos melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos. 

Pemerintah menegaskan, tidak ada informasi resmi yang disampaikan melalui media sosial pribadi.

Dengan langkah verifikasi dan pembaruan data yang terus berjalan, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial dapat semakin transparan, tepat waktu, dan tepat sasaran.

Editor : Uways Alqadrie
#Bantuan pangan nasional 2025 #BPNT 2025 Kapan Cair #Kuota bansos daerah 2025 #Bansos 2025 cair kapan #bantuan sosial (bansos) #Penerima bansos NTT Papua #Bantuan YAPI cair Rp1 juta 800 #jadwal pencairan bansos 2025 #Kementerian Sosial (Kemensos) RI #penerima manfaat bansos #Bantuan sosial Balikpapan #yapi #program Bantuan Atensi Yatim Piatu