KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Upaya menata pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Balikpapan terus digalakkan. Tujuannya agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap tumbuh tanpa mengganggu ketertiban umum.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung.
Ia menjelaskan, pihaknya turut membantu menata dua kawasan UMKM yang menjadi pusat aktivitas warga, yakni Taman Tiga Generasi dan kawasan Balikpapan Baru, tepatnya di seberang Pasar Segar.
“Kebetulan saya juga Ketua LPM. Kami membantu menata dua titik UMKM, di Taman Tiga Generasi dan di seberang Pasar Segar Balikpapan Baru,” ujar Wahyullah.
Ia menilai, meski para pelaku UMKM secara aturan tidak diperbolehkan berjualan di atas fasilitas umum, keberadaan mereka tetap memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi kota.
“Kota ini juga butuh investasi dan ekonomi yang bertumbuh. Pertumbuhan ekonomi itu justru terbangun dari masyarakat yang menjalankan usaha di lapangan,” jelasnya.
Karena itu, LPM bersama pihak terkait berupaya melakukan penataan kawasan UMKM agar aktivitas mereka lebih tertib dan tidak menimbulkan kemacetan atau gangguan bagi warga sekitar.
“Sekarang mereka sudah menjadi binaan LPM, termasuk di kawasan depan SMA 5 Balikpapan. Harapannya, UMKM ini bisa berjalan lebih tertib, tidak menutup jalan, dan masyarakat yang melintas maupun berbelanja bisa sama-sama nyaman,” tuturnya.
Wahyullah menegaskan, penataan yang dilakukan bukan untuk membatasi ruang gerak pelaku usaha kecil, melainkan menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kenyamanan ruang publik di Balikpapan.
“Kami ingin aktivitas ekonomi rakyat tetap hidup, tapi tertib dan tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani