Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Prolanis di Puskesmas Lamaru Dorong Pasien Kronis Jalani Hidup Sehat dan Produktif

Supriyono Lupus • Senin, 10 November 2025 | 19:31 WIB

 

PROSEHAT: Kegiatan senam Prolanis dilakukan rutin oleh Puskesmas Lamaru agar pasien dapat menjalani gaya hidup sehat.
PROSEHAT: Kegiatan senam Prolanis dilakukan rutin oleh Puskesmas Lamaru agar pasien dapat menjalani gaya hidup sehat.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — UPTD Puskesmas Lamaru kembali melaksanakan kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) pada Sabtu (8/11). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup peserta dengan penyakit kronis, khususnya diabetes melitus dan hipertensi agar tetap hidup produktif dengan kondisi kesehatan yang stabil.

Kepala UPTD Puskesmas Lamaru dr. Isdiawati, M.A.R.S. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk membantu pasien kronis mengendalikan penyakitnya melalui pemantauan kesehatan, edukasi, dan aktivitas fisik rutin.

“Dari kegiatan ini peserta diharapkan tetap dalam kondisi optimal dan terhindar dari komplikasi penyakit. Hal ini mendorong peserta untuk aktif dan patuh terhadap pengobatan serta menjalani gaya hidup sehat,” jelasnya.

Peserta program merupakan peserta JKN-KIS dengan diagnosis diabetes melitus atau hipertensi yang terdaftar di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) UPTD Puskesmas Lamaru.

Dalam pelaksanaannya, Prolanis mencakup berbagai kegiatan antara lain konsultasi medis rutin, pemantauan tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, serta evaluasi terapi dan kepatuhan minum obat. Selain itu, peserta juga mendapat edukasi kesehatan terkait pola makan, olahraga, pengendalian stres, dan pentingnya disiplin berobat.

“Edukasi bisa diberikan melalui penyuluhan kelompok maupun konsultasi individu,” tambahnya.

Selain itu kegiatan ini juga dilengkapi dengan klub Prolanis yang berfokus pada aktivitas fisik, seperti senam Prolanis, jalan sehat dan olahraga ringan lainnya.

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin minimal satu kali per bulan, disertai dengan pemantauan status kesehatan dan pemeriksaan laboratorium berkala seperti gula darah puasa atau HbA1c untuk peserta diabetes melitus dan tekanan darah serta profil lipid untuk peserta hipertensi.

“Pemantauan hasil dicatat dalam buku kendali peserta. Kami juga memberikan pengingat jadwal kontrol, senam, atau pemeriksaan melalui SMS, telepon, maupun pesan WhatsApp,” ujar dr. Isdi.

Puskesmas Lamaru juga membentuk forum komunikasi Prolanis sebagai wadah berbagi pengalaman antara peserta, tenaga kesehatan, dan pengelola program.

Keberhasilan Prolanis diukur melalui capaian indikator yang jelas. Kepala Puskesmas menargetkan keaktifan peserta minimal 75 persen dari yang terdaftar. Ia berharap minimal 50 persen peserta dapat mencapai target kendali penyakit, seperti tekanan darah di bawah 140/90 mmHg untuk hipertensi dan gula darah puasa di bawah 130 mg/dL atau HbA1c di bawah 7% untuk diabetes.

“Melalui Prolanis, pengendalian penyakit menjadi lebih baik, risiko komplikasi berkurang, peserta mendapat dukungan sosial dari kelompok sebaya, serta akses pemeriksaan dan obat menjadi lebih teratur,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
#dr Isdiawati #Program Prolanis #UPTD Puskesmas Lamaru