KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Malam Puncak Grand Final pemilihan Duta Wisata Indonesia (DWI) 2025 yang digelar di Novotel Balikpapan, Minggu (9/11) malam, berhasil melahirkan pasangan I Dewa Made Jeevan Momparler dan Putu Gyaan Vigyan Zarathustra asal Bali sebagai juara.
Mereka akan mengemban tugas menggantikan Anantyo Thigo Haryo dan Lintang Gaisha juara Duta Wisata Indonesia 2024 asal Provinsi Jawa Tengah selama satu tahun.
Sementara posisi Wakil Duta Wisata Indonesia 2025 diraih oleh pasangan dari Provinsi Kalimantan Timur yakni Muhammad Fadil dan Arum Janitra, di mana keduanya berasal dari Kota Balikpapan.
Ajang bergengsi tahunan yang telah memasuki tahun ke 19 ini, mempertemukan 15 finalis terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia. Sebelum mengikuti penilaian pada malam grand final, para finalis telah menjalani serangkaian panjang tahapan mulai dari seleksi, prakarantina, karantina, deep interview, presentasi tourism project, hingga parade batik yang semuanya mendapatkan penilaian dari para dewan juri nasional.
Sebagai tuan rumah, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Balikpapan sebagai penyelenggara ajang bergengsi tingkat nasional tersebut. “Dan saya kira baik yang menjadi pemenang atau finalis, mereka inilah yang nantinya menjadi salah satu garda terdepan dalam kemajuan sektor pariwisata di Tanah Air,” ujar Rahmad.
Ia berharap para finalis tidak hanya menjadi ikon promosi wisata, tetapi juga berperan aktif dalam menghadapi isu-isu penting pariwisata nasional seperti pemulihan pascapandemi, transformasi menuju pariwisata berkelanjutan, penguatan sumber daya manusia, digitalisasi destinasi, penguatan UMKM, hingga isu perubahan iklim dan fenomena over tourism.
Rahmad juga menilai penyelenggaraan ajang nasional ini menjadi bukti bahwa Balikpapan dapat dipercaya sebagai tuan rumah yang representatif dan kondusif untuk event berskala besar. Apalagi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Balikpapan Fest 2025 dan Kalimantan Bike Week, yang secara bersamaan menghidupkan atmosfer pariwisata dan ekonomi kreatif di kota minyak tersebut.
“Sebagai kota yang terus bertumbuh, saya percaya bahwa kota kami juga merupakan masa depan dari pariwisata di Indonesia. Balikpapan memiliki posisi strategis dalam peta pengembangan pariwisata nasional, karena didukung dengan geliat kawasan IKN,” terangnya.
Rahmad menambahkan, meski dilaksanakan setiap tahun, ajang ini juga memiliki arti lebih karena diikuti oleh perwakilan dari 38 daerah di Indonesia. Ia menggambarkan bahwa setiap daerah harus menunggu puluhan tahun untuk kembali mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah.
“Bayangkan ada 38 daerah. Artinya, untuk menjadi tuan rumah kembali harus menunggu 38 tahun. Karena itu, ini momen yang sangat baik untuk kita,” tambahnya.
Di tempat yang sama Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Restiawan Baihaqi juga turut menyampaikan kebanggaannya atas digelarnya ajang bergengsi ini di Balikpapan.
Ia menuturkan bahwa kehadiran peserta dari seluruh Indonesia menjadi kebanggaan sekaligus simbol tekad untuk membawa nama baik daerah masing-masing.
“Ini bukan hanya tentang kontestan yang menampilkan keindahan, tetapi juga semangat, intelektualitas, serta kepemimpinan generasi muda dalam membawa nama baik daerah masing-masing,” ujarnya.
Baihaqi menilai ajang ini sebagai fokus strategis dalam memperkuat informasi pariwisata nasional. Para finalis diharapkan tidak hanya tampil sebagai ikon budaya, tetapi juga komunikator yang mampu mempromosikan potensi pariwisata Indonesia melalui berbagai platform, termasuk media sosial.
Diketahui, acara yang berlangsung hingga pukul 00.30 Wita itu berlangsung meriah dan penuh antusiasme yang dihadiri bukan hanya para finalis dari berbagai provinsi, tetapi juga tokoh masyarakat, pegiat pariwisata nasional hingga para pendukung finalis.
Turut hadir Pembina Yayasan Duta Wisata Indonesia Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna yang juga merangkap sebagai senator DPD/MPR RI, Direktur bidang Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif di Otorita IKN Muhsin Palinrungi, Wakil Walikota Balikpapan Bagus Susetyo serta Forkopimda Kaltim dan unsur Forkopimda Balikpapan. (*)
Gelar Atribut DWI 2025
* Duta Wisata Kepulauan 1 Indonesia: Sulawesi Tengah
* Duta Wisata Kepulauan 2 Indonesia Sumatra Barat
* Duta Wisata Kepulauan 3 Indonesia Kalimantan Utara
* Duta Wisata Intelegensia 1 : Sulawesi Selatan
* Duta Wisata Intelegensia 2: Sulawesi Barat
* Duta Wisata Persahabatan : Riau.
* Duta Wisata Favorit Indonesia : Kalimantan Utara
* Duta Wisata Pendidikan Indonesia : Aceh
* Duta Wisata Kuliner Indonesia: Bengkulu
* Duta Wisata Digital Indonesia: Lampung
* Duta Wisata Budaya Indonesia : Kalimantan Utara
* Duta Wisata Bahari Indonesia : Jawa Tengah
* Duta Wisata Agrowisata Indonesia: Daerah Istimewa Yogyakarta
Editor : Ismet Rifani