Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pola Hidup Sehat Kunci DP3A Kaltim Gelar Pencegahan Narkoba, Dorong Anak Terlibat Kegiatan Produktif

ADV • Rabu, 12 November 2025 | 10:14 WIB
PENCEGAHAN: Kepala Bidang PPPKA DP3A Kaltim Junainah (keempat kiri) dalam kegiatan Pencegahan Dampak Anak Terpapar Narkoba di Kubar.
PENCEGAHAN: Kepala Bidang PPPKA DP3A Kaltim Junainah (keempat kiri) dalam kegiatan Pencegahan Dampak Anak Terpapar Narkoba di Kubar.

 

KALTIMPOST.ID, KUTAI BARAT–Ancaman peredaran narkotika di Kalimantan Timur berada pada level sangat rawan, dengan Kutai Barat (Kubar) menjadi salah satu wilayah yang disorot serius.

Demi membentengi generasi muda dari kehancuran zat adiktif, Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3A) melalui Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PPPKA) menggelar kegiatan pencegahan dampak anak terpapar narkoba yang menyasar berbagai elemen masyarakat di Kubar, yang digelar 10 September lalu.

Dijelaskan Kepala Bidang PPPKA DP3A Kaltim Junainah menuturkan, Kubar merupakan zona merah yang memerlukan perhatian serius. Dia membeberkan risiko kesehatan dan mental yang mengintai anak dan remaja.

"Kubar termasuk wilayah rawan peredaran narkoba, dengan sejumlah kasus penyalahgunaan sabu yang melibatkan remaja dan pekerja perusahaan. Bahaya narkoba mulai kerusakan otak, hati hingga menimbulkan gangguan mental seperti kecemasan, depresi, psikosis," paparnya.

Dia menambahkan, kondisi itu menjadikan anak dan remaja kelompok paling rentan yang membutuhkan kesadaran kolektif dari keluarga, sekolah, dan lingkungan.

Dari sisi lembaga penanggulangan, Ahmat Fadholi, penyuluh narkoba ahli muda Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Timur, memberikan perspektif yang lebih luas. Narkoba sebagai masalah global yang berdampak fatal pada sumber daya manusia (SDM).

"Narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa, karena mampu merusak kesehatan, melemahkan daya saing, bahkan menghancurkan peradaban. Remaja menjadi kelompok paling rentan karena berada pada fase labil, mudah dipengaruhi teman sebaya," tegasnya.

BNN mendorong kebijakan represif terhadap sindikat, namun tetap humanis terhadap pengguna melalui pendekatan rehabilitasi.

Ancaman itu dikonfirmasi fakta lapangan. Jatmiko selaku PS Kaurmintu Satresnarkoba Polres Kubar menegaskan, tingginya tren kasus di wilayahnya yang menyasar semua kalangan. Dia memberikan peringatan keras terkait sanksi hukum.

"Narkoba merupakan bencana besar yang menyasar semua kalangan tanpa memandang usia, jenis kelamin, status ekonomi. Data Satresnarkoba Polres Kubar menunjukkan tren kasus yang masih tinggi. Pesan kunci yang disampaikan adalah menjauhi narkoba dengan kesadaran bahwa ancaman hukuman sangat berat, sementara dampak kesehatannya menghancurkan masa depan," jelas Jatmiko.

Menyoroti penindakan tegas berdasarkan UU Narkotika. Melalui sinergi antara DP3A, BNN, polres, keluarga, dan masyarakat, diharapkan lahir generasi muda Kubar yang sehat, tangguh, dan berdaya saing tinggi, terlindungi dari ancaman narkoba. (adv)

Editor : Dwi Restu A
#bnn #DP3A #narkoba #kaltim